<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Lomba Gizi &#8211; SBNP Platform</title>
	<atom:link href="https://sbnp.seameo-recfon.org/category/artikel-lomba-gizi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sbnp.seameo-recfon.org</link>
	<description>School-based Nutrition Promotion</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Aug 2020 07:27:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/cropped-logo_sbnp_web-32x32.png</url>
	<title>Artikel Lomba Gizi &#8211; SBNP Platform</title>
	<link>https://sbnp.seameo-recfon.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjaga Kesehatan di Era New Normal dengan PHBS</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/menjaga-kesehatan-di-era-new-normal-dengan-phbs/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/menjaga-kesehatan-di-era-new-normal-dengan-phbs/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 08:25:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1354</guid>

					<description><![CDATA[Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh dengan perubahan yang cukup signifikan. Bukan tanpa alasan, perubahan yang terjadi itu disebabkan karena adanya virus yang dengan cepat menyebar<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh dengan perubahan yang cukup signifikan. Bukan tanpa alasan, perubahan yang terjadi itu disebabkan karena adanya virus yang dengan cepat menyebar ke setiap individu. Virus Covid-19 atau virus Corona namanya. Tentu nama virus itu sudah tidak lagi asing di telinga kita mengingat sudah sekitar 8 bulan kita hidup berdampingan dengan mereka. Setelah lama menjalani kegiatan belajar mengajar secara <em>daring</em>, banyak isu mengenai akan di bukanya sekolah dengan memperhatikan aturan-aturan saat <em>new normal</em>. Contohnya adalah menjaga jarak dan menggunakan masker. Tentunya hal yang mendasar seperti itu sangat penting di era <em>new normal.</em> Nah, walaupun belum menjalani sekolah secara <em>offline</em>, tidak ada salahnya kita mempersiapkan pemahaman mengenai perilaku yang harus diadaptasi. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat menjalani kegiatan belajar mengajar secara <em>offline</em> di era <em>new normal</em>:</p>



<p><strong>1. Menjaga jarak dengan teman</strong></p>



<p>Jika berada di sekolah sebelum adanya Corona kita bebas untuk bermain dan bercanda bersama teman tanpa adanya jarak dan batasan, lain halnya sekarang. Kita harus membiasakan diri untuk menjaga jarak baik itu dengan teman terdekat sekalipun karena hal ini akan membantu mengurangi penyebaran Covid-19. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan anak-anak dan remaja tidak memeperlihatkan gejala apapun saat terpapar virus Corona. Jadi, tidak ada salahnya untuk selalu waspada dengan menjaga jarak dengan teman di sekolah.</p>



<p><strong>2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir</strong></p>



<p>Mencuci tangan sebenarnya tidak hanya dilakukan saat <em>new normal</em>. Seharusnya hal ini sudah menjadi kebiasaan kita setiap hari, bahkan setiap waktu. Misalnya sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan sarana umum seperti toilet umum dan telepon umum. Di sekolah pun harus begitu karena sekolah merupakan tempat umum yang didatangi oleh banyak orang. Jika perlu kita juga sebaiknya menyiapkan <em>hand sanitaizer</em> dan tisu atau sapu tangan.</p>



<p><strong>3. Mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat</strong></p>



<p>Mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat tentu sudah menjadi keharusan bagi setiap individu, tak terkecuali anak-anak dan remaja. Oleh karena itu diperlukan kantin yang bersih dan sehat di setiap sekolah agar para siswa dapat mengonsumsi makanan yang baik untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan mereka. Alternatif lain juga dapat dilakukan oleh siswa, seperti membawa bekal sendiri dari rumah yang sudah terjamin kebersihannya.</p>



<p><strong>4. Menggunakan masker dimana pun dan kapan pun</strong></p>



<p>Tidak sedikit orang yang mengeluh dengan penggunaan masker. Ada yang mengeluh karena panas dan pengap. Untuk para pengguna kacamata ada yang mengeluh karena kacamata mereka berembun akibat penggunaan masker. Namun, seperti yang kita ketahui penggunaan masker sangatlah penting saat adanya wabah saat ini. Kita harus membiasakan diri menggunakan masker walaupun terasa sedikit tidak nyaman karena itu lebih baik dari pada memperluas penyebaran Covid-19.</p>



<p><strong>5. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah</strong></p>



<p>Lagi-lagi hal ini tidak hanya dilakukan saat pandemi Covid-19 saja. Namun harus kita tanamkan di dalam diri kita. Dengan lingkungan sekolah yang bersih dan rapi, maka kita akan belajar dengan nyaman dan terhindar dari berbagai macam penyakit seperti penyakit Demam Berdarah.</p>



<p>Itulah beberapa perilaku yang harus kita biasakan dari sekarang dan menerapkannya saat sudah memulai sekolah <em>offline </em>di era <em>new normal.</em> Mulai dari sekarang katakanlah kepada dirimu sendiri, “<em>Walaupun saya bukan tenaga kesehatan yang selalu mengobati orang sakit dan membantu penanganan Covid-19, saya juga bisa berkontribusi dalam mengakhiri pandemi ini</em>”.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000113</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/menjaga-kesehatan-di-era-new-normal-dengan-phbs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Agent of Change menjadi Model of Change: Peran Strategis Guru dalam Edukasi Gizi pada Siswa di Sekolah</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/dari-agent-of-change-menjadi-model-of-change-peran-strategis-guru-dalam-edukasi-gizi-pada-siswa-di-sekolah/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/dari-agent-of-change-menjadi-model-of-change-peran-strategis-guru-dalam-edukasi-gizi-pada-siswa-di-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 08:22:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1348</guid>

					<description><![CDATA[Upaya pencegahan stunting saat ini banyak difokuskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta. Sementara dalam<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Upaya pencegahan stunting saat ini banyak difokuskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta. Sementara dalam siklus kehidupan manusia, kelompok remaja cukup rentan mengalami masalah gizi yang dapat berujung pada stunting.</p>



<p>Remaja adalah kelompok usia peralihan dari anak-anak menjadi remaja muda sampai dewasa. Mereka sudah memiliki preferensi sendiri tentang makanan/minuman yang mereka konsumsi. Media sosial seperti Instagram turut berperan dalam proses pemilihan makanan/minuman pada kelompok ini.[1]</p>



<p>Tampilan yang menarik, membuat remaja mudah tergoda dan mencobanya. Berbagai promo dan jasa <em>delivery</em> semakin mudahkan remaja mendapatkan makanan/minuman tersebut. Namun sayang, tidak sedikit dari makanan/minuman tersebut justru kurang sehat dan bergizi. Belum lagi warna-warni yang menarik yang bisa saja dibuat dari zat pewarna berbahaya.</p>



<p>Kebutuhan gizi remaja cukup tinggi karena mereka mengalami pertumbuhan yang cepat dan melakukan banyak aktivitas di luar rumah. Sementara itu masalah kesehatan dan gizi pada kelompok ini cukup banyak seperti anemia, pola makan tidak sehat, <em>body image</em>, obesitas, dan masalah gizi lain.</p>



<p>Karena itulah, upaya perbaikan gizi perlu ditingkatkan pada masa remaja karena periode ini merupakan masa sebelum memasuki periode 1000 HPK. Sehingga periode 1000 HPK bukan lagi masa memperbaiki status gizi, namun menjadi masa optimalisasi gizi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong><em>Tiga pilar pembangunan bangsa</em></strong></h3>



<p>Tiga pilar penunjang kemajuan suatu bangsa, yaitu gizi, kesehatan dan pendidikan. Pendidikan merupakan instrumen perubahan sosial yang paling kuat karena membawa perubahan positif pada suatu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Pendidikan bukan sekeder transfer pengetahuan dari guru kepada siswa dalam bentuk proses belajar mengajar. Memberikan pendidikan kepada siswa berarti memberikan pengalaman dan mengembangkan kesadaran awal yang akan membantu mereka bertumbuh baik secara fisik, mental dan juga spiritual.</p>



<p>Gambar 1 menjelaskan hubungan antar 3 pilar pembangunan suatu bangsa. Gizi yang baik adalah dasar utama untuk menciptakan status kesehatan optimal. Dengan status gizi dan kesehatan yang optimal akan membantu proses pendidikan menjadi lebih efektif. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa pendidikan gizi dan kesehatan mampu meningkatkan prestasi siswa dan mengubah perilaku remaja menjadi suatu kebiasaan yang bertahan hingga dewasa.[2]<sup>,</sup>[3] Karena itulah pendidikan gizi dan kesehatan di sekolah yang menyasar kelompok remaja menjadi salah satu cara yang cukup strategis dan efektif untuk memutus mata rantai masalah gizi. [4]</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="476" height="163" src="http://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Hungan-antara-gizi.png" alt="" class="wp-image-1350" srcset="https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Hungan-antara-gizi.png 476w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Hungan-antara-gizi-300x103.png 300w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Hungan-antara-gizi-260x89.png 260w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Hungan-antara-gizi-50x17.png 50w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Hungan-antara-gizi-150x51.png 150w" sizes="(max-width:767px) 476px, 476px" /><figcaption><strong>Gambar 1</strong>. <em>Hubungan antara gizi, kesehatan dan pendidikan.</em>[5]</figcaption></figure></div>



<h4 class="wp-block-heading"><strong><em>Guru sebagai Agent of Change </em>menjadi <em>Model of Change</em></strong></h4>



<p>Perubahan sosial dan perilaku adalah suatu proses yang melibatkan individu, komunitas atau masyarakat yang memungkinkan mereka mengadopsi dan mampu mempertahankan perilaku positif yang telah ditanamkan. Model sosio-ekologi <em>(The Socio-Ecological Model)</em> menjelaskan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor pribadi dan faktor eksternal lainnya seperti hubungan interpersonal, komunitas dan kehidupan sosial yang lebih luas.</p>



<p>Sekolah menjadi salah satu tempat yang paling efektif dan efisien untuk menjangkau sebagian besar populasi yaitu guru, siswa/remaja, keluarga dan masyarakat secara umum. Pada masa remaja, pengaruh keluarga menjadi semakin sedikit. Guru, teman sebaya dan tokoh idola justru lebih berpengaruh dalam praktik makan remaja.[3],[6]</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="http://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/The-socio-ecological-model.png" alt="" class="wp-image-1351" width="376" height="354" srcset="https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/The-socio-ecological-model.png 517w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/The-socio-ecological-model-300x283.png 300w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/The-socio-ecological-model-155x146.png 155w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/The-socio-ecological-model-50x47.png 50w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/The-socio-ecological-model-80x75.png 80w" sizes="(max-width:767px) 376px, 376px" /><figcaption><strong>Gambar 2</strong>. <em>The Socio-Ecological Model</em>[7]</figcaption></figure></div>



<p>Selama ini guru sering disematkan sebagai <em>agent of change</em> (agen perubahan). Karena guru merupakan tokoh utama yang bertugas membawa perubahan pada siswa yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Dari yang tidak bisa kemudian menjadi bisa. Guru sebagai <em>agent of change </em>perlu melakukan berbagai inovasi dalam menanamkan nilai-nilai positif serta menciptakan perubahan perilaku pada siswa.[8]</p>



<p>Howard Hendricks, pakar perubahan perilaku pendidikan menyebutkan bahwa setidaknya ada 4 prinsip yang perlu diperhatikan dalam perubahan perilaku.</p>



<p><em>Pertama</em>, individu/kelompok harus melihat adanya alasan untuk berubah. Dalam hal ini, guru perlu memberikan informasi tentang masalah gizi pada remaja dan dampaknya dengan memberikan contoh yang sangat dekat dengan kehidupan siswa. Contohnya, menjelaskan dampak buruk kebiasaan makan yang tidak sehat bagi kesehatan dan prestasi belajar siswa.</p>



<p><em>Kedua</em>, sekolah, guru dan siswa harus siap dengan perubahan yang akan terjadi. Misalnya, setelah mengetahui bahaya kebiasaan makan yang tidak sehat, guru perlu mendidik siswa dan memberikan contoh pilihan makanan yang sehat. Atau bahkan menyediakan kantin sehat di sekolah. Sehingga siswa siap dengan perubahan pola makan sehat.</p>



<p><em>Ketiga,</em> individu/kelompok harus terlibat dalam proses perubahan. Guru dan siswa bersama-sama terlibat secara aktif dalam perubahan perilaku yang diharapkan yaitu perilaku gaya hidup sehat dan gizi seimbang.</p>



<p>Untuk memenuhi ketiga prinsip tersebut, guru perlu menciptakan edukasi kreatif dan inovatif pada pendidikan gizi di sekolah. Misalnya saat pelajaran kimia, siswa dilatih mengidentifikasi formalin dan boraks pada makanan yang biasa mereka konsumsi. Atau menguji zat pewarna berbahaya pada makanan/minuman yang biasa mereka beli. Lalu memberikan penjelasan tentang dampak buruknya bagi kesehatan.</p>



<p>Kegiatan lain yang dapat dilakukan yaitu lomba kreasi menu sarapan sehat dan bergizi. Guru dapat melatih siswa memasak yang dapat dilakukan pada pekan olah raga dan seni (Porseni). Atau bahkan mengundang koki yang menjadi tokoh idola remaja seperti Chef Renatta atau Chef Juna. Kegiatan ini dapat menarik perhatian dan meningkatkan keahlian siswa dalam mengolah pangan yang benar dan sehat. Semua kegiatan ini harus dilakukan bersama oleh guru dan siswa secara aktif.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="534" height="312" src="http://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Interaksi-antara-aktor-dan-lingkungan.png" alt="" class="wp-image-1352" srcset="https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Interaksi-antara-aktor-dan-lingkungan.png 534w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Interaksi-antara-aktor-dan-lingkungan-300x175.png 300w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Interaksi-antara-aktor-dan-lingkungan-250x146.png 250w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Interaksi-antara-aktor-dan-lingkungan-50x29.png 50w, https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/Interaksi-antara-aktor-dan-lingkungan-128x75.png 128w" sizes="(max-width:767px) 480px, 534px" /><figcaption><strong>Gambar 3</strong>. Interaksi antara aktor dan lingkungan pada pendidikan gizi di sekolah[3]</figcaption></figure></div>



<p>Prinsip <em>keempat, </em>individu/kelompok harus dikelilingi oleh <em>model of change</em> (model perubahan). Upaya mencapai perubahan perilaku yang diharapkan, yaitu hidup sehat dengan prinsip gizi seimbang, memang tidaklah mudah. Namun perubahan ini bisa diwujudkan. Yang terpenting adalah dengan memulainya dari hal yang paling sederhana dan dari diri sendiri.</p>



<p>Guru adalah komunitas yang paling dekat dengan remaja yang memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku mereka. Karena itulah guru sebagai <em>model of change</em> adalah langkah awal yang dapat dilakukan.</p>



<p>Untuk menjadi <em>model of change,</em>guru perlu meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan masalah kesehatan remaja dengan memperbanyak membaca dari sumber yang valid, aktif berdiskusi atau terlibat dalam berbagai pelatihan dan seminar tentang gizi dan kesehatan remaja. Pada tahap yang lebih lanjut, guru perlu menjadi model perubahan perilaku tersebut. Misalnya, guru mulai mempraktikkan cuci tangan pakai sabun dan membawa bekal menu seimbang ke sekolah. Praktik ini akan dilihat dan dicontoh oleh siswa.</p>



<p>Inilah peran strategis guru dari <em>agent of change</em> menjadi <em>model of change.</em> Guru tidak hanya sebagai penyalur informasi gizi namun juga memberikan contoh yang baik yang dimulai dari hal sederhana dan dimulai dari sendiri.</p>



<p><strong>Referensi:</strong></p>



<p>[1]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Y. Qutteina, L. Hallez, N. Mennes, C. De Backer, and T. Smits, “What Do Adolescents See on Social Media? A Diary Study of Food Marketing Images on Social Media,” <em>Front. Psychol.</em>, vol. 10, no. November, pp. 1–12, 2019.</p>



<p>[2]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; J. Februhartanty, E. Ermayani, P. H. Rachman, H. Dianawati, and H. Harsian, <em>Buku Pegangan dan Kumpulan Rencana Ajar Untuk Guru Sekolah Menengah Pertama</em>. SEAMEO RECFON, 2019.</p>



<p>[3]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; C. Pérez-Rodrigo and J. Aranceta, “Nutrition education in schools: Experiences and challenges,” <em>Eur. J. Clin. Nutr.</em>, vol. 57, no. October, pp. S82–S85, 2003.</p>



<p>[4]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; P. C. Basha, “Role of Education in Social Change and Development,” <em>Int. J. Adv. Educ. Res.</em>, vol. 8, no. 8, pp. 1–4, 2017.</p>



<p>[5]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; FAO, “Vol. 1. The Reader,” in <em>Nutrition education in primary school</em>, vol. 1, no. 2, FAO, 2005, p. 5.</p>



<p>[6]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; A. F. Yurni and T. Sinaga, “Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan praktik membawa bekal menu seimbang anak sekolah dasar,” <em>Media gizi Indones.</em>, vol. 11, no. 2, pp. 183–190, 2017.</p>



<p>[7]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; GIZ, “Social and behaviour change. Insight and practice,” no. August. 2019.</p>



<p>[8]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Andrian, “Perpektif guru sebagai agen perubahan (agent of change) dalam meningkatkan kualitas pendidikan kewarganegaraan,” <em>Untirta Civ. Educ. J. e-ISSN</em>, vol. 3, no. 1, pp. 14–18, 2018.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000185</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/dari-agent-of-change-menjadi-model-of-change-peran-strategis-guru-dalam-edukasi-gizi-pada-siswa-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan Sekolah</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-di-lingkungan-sekolah/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-di-lingkungan-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 08:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1346</guid>

					<description><![CDATA[Secara umum, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Secara umum, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial. Perilaku hidup bersih dan sehat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauan masyarakat agar hidup sehat, serta meningkatkan peran aktif masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat hidup yang optimal (Dinkes, 2006).</p>



<p> Manfaat PHBS secara umum adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau dan mampu menjalankan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan agar masyarakat sadar dan dapat mencegah serta mengantisipasi atau menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang mungkin muncul. Selain itu, dengan menerapkan dan mempraktikkan PHBS diharapkan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Dalam penerapannya, kebermanfaatan PHBS ini dapat dikelompokkan kedalam 5 tatanan lingkungan kehidupan, yaitu PHBS di lingkungan sekolah, PHBS di lingkungan rumah tangga, PHBS di lingkungan institusi keshatan, PHBS di lingkungan tempat umum, dan PHBS di lingkungan tempat kerja.</p>



<p> Apa yang dimaksud dengan PHBS di sekolah? Dan apa manfaatnya? Berikut penjelasannya. PHBS di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Manfaat menerapkan PHBS di sekolah mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar para siswa, guru serta masyarakat di sekitar lingkungan sekolah tersebut.</p>



<p> PHBS di sekolah mempunyai delapan indikator, yaitu mencuci tangan menggunakan air mengalir dan memakai sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan fasilitas jamban bersih dan sehat, melaksanakan olahraga secara teratur, memberantas jentik nyamuk di sekolah, tidak merokok di lingkungan sekolah, mengukur berat badan dan tinggi badan; serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kedelapan indikator ini harus dilakukan dengan baik agar tercipta perilaku sehat di lingkungan sekolah.</p>



<p>Sekolah merupakan institusi pendidikan yang menjadi target PHBS, sehingga penerapan perilaku tersebut menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan karena terdapatnya banyak data yang menampilkan bahwa sebagian besar penyakit yang sering diderita anak usia sekolah (usia 6-10) ternyata berkaitatan dengan PHBS. Selain itu, masih kurangnya pelaksanaan PHBS di lingkungan sekolah dapat menyebabkan dampak lain, yaitu kurang nyamannya suasana belajar akibat lingkungan kelas yang kotor, menurunnya prestasi dan semangat belajar siswa, serta dapat membuat citra sekolah menjadi buruk. Oleh sebab itu, sangat perlu pemberian pemahaman tentang nilai-nilai PHBS sejak dini di sekolah melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) (Proverawati, dkk, 2012).</p>



<p>UKS adalah bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya terpadu antara lintas program dan lintas sektor. UKS dapat dijadikan sebagai tempat pelaksanaan pendidikan dan kesehatan secara bersamaan, terencana dan bertanggung jawab dalam menciptakan, mengembangkan serta melaksanakan kegiatan hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah (Depkes RI, 2010).</p>



<p>Pembinaan PHBS di sekolah dapat diberikan pada tiga kelompok sasaran PHBS, sasaran primer, sasaran sekunder, dan sasaran tersier. Sasaran primer pada pembinaan PHBS di sekolah adalah siswa SD, dimana mereka diharapkan dapat untuk mengetahui dan melaksanakan PHBS.  Sasaran sekunder adalah orang-orang yang mempunyai pengaruh pada sasaran primer dalam mengambil keputusan untuk melaksanakan PHBS. Pada PHBS di sekolah yang menjadi sasaran sekunder adalah guru, dimana seorang guru adalah panutan dari para siswa. Sasaran tersier adalah orang yang berfungsi untuk mengambil keputusan formal, seperti komite sekolah, kepala desa, lurah, camat, dinas pendidikan,  puskesmas dan sebagainya. Mereka  dapat memberikan dukungan  dalam menentukan kebijakan, pendanaan dalam proses Pembinaan PHBS yang akan diberikan kepada siswa sekolah (Pedoman Pembinaan PHBS Kemenkes RI, 2011).</p>



<p>Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 bab VI pasal 79 Ayat, tentang  Upaya Kesehatan menjelaskan bahwa upaya pembinaan kesehatan di lingkungan sekolah diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan hidup yang lebih sehat oleh siswa. Kemampuan tersebut  harus diterapkan dalam lingkungan kehidupan yang sehat, sehingga anak usia sekolah  dapat belajar, tumbuh, berkembang dan memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya agar menjadi SDM yang berkualitas.</p>



<p> Jadi, sebagai peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah. Meraka harus menerapkan PHBS di sekolah yaitu dengan cara berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat dan secara mandiri mampu mencegah penyakit serta meningkatkan kesehatannya. Agar mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, dan manfaat lainnya. Dengan ini, dapat mengetahui sangat pentingnya PHBS di lingkungan sekolah.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000319</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-di-lingkungan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Perubahan Perilaku Sehat Sekolah dimasa Pandemi COVID-19</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-perubahan-perilaku-sehat-sekolah-dimasa-pandemi-covid-19-2/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-perubahan-perilaku-sehat-sekolah-dimasa-pandemi-covid-19-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 08:17:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1344</guid>

					<description><![CDATA[Corona virus(covid-19)adalah virus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak Kejadian luar biasa yang muncul di kota wuhan,Cina.pada desember 2019, virus ini Menyebabkan penyakit infeksi saluran<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Corona virus(covid-19)adalah virus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak Kejadian luar biasa yang muncul di kota wuhan,Cina.pada desember 2019, virus ini Menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan pada manusia,virus ini dapat menginfeksi Siapa saja tanpa mengenal batas usia dan orang orang yang menderita penyakit akut seperti Jantung,darah tinggi,asma,diabetes akan lebih rentan menderita sakit parah.</p>



<p>Sejak munculnya pandemic virus corona kegiatan belajar mengajar yang biasanya Dilakukan disekolah,sekarang berrpindah di rumah dengan system online.guna mencegah Penyebaran virus corona yang belum reda,upaya lainnya untuk mencegah penyebaran covid Ini adalah dengan meningkatkan kesadaran kita akan perubahan perilaku sehat mulai dari Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima.</p>



<p>Mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral seperti mengonsumsi jenis serelia,sayur mayur,buah buahan, protein nabati Dan hewani,susu.mengonsumsi makanan yang mengandung protein sangat berguna bagi Kesehatan ,karena banyak mengandung banyak vitamin seperti jeruk, buah naga, brokoli, Nangka, srikaya, paprika merah, dan banyak masih banyak lainnya.</p>



<p>Selain itu mengonsumsi makanan yang mengandung protein dapat memaksimalkan Fungsi mata,pasalnya akibat pandemi corona ini semua aktivitas sebagian besar dilakukan Menggunakan elektronik seperti laptop,smartphone,tv dan elektronik lainnya.hal ini Membuat mata  sering terkena radiasi cahaya yang lama lama jika dibiarkan mata Akan menjadi perih.maka dari itu mengonsumsi makanan yang berprotein sangat penting.</p>



<p>Hindari mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan ,karena tidak Baik bagi kesehatan tubuh karena bisa menyebabkan kadar insulin meningkat serta beresiko Menyebakan penyakit jantung,obesitas,diabetes hingga kanker,dan banyak penyakit lainnya.</p>



<p>Jangan lupa mencuci tangan sebelum melakukan  aktivitas apapun,mencuci tangan Dengan air bersih,sabun atau handrub berbasis alcohol dapat membunuh virus yang mungkin Ada pada tangan.sekitar 98%penyebaran penyakit bersumber dari tangan.hindari Kontak langsung dengan orang lain atau saat berpergian ketempat umum.gunakan masker Penutup mulutdan hidung jika akan keluar rumah .buang bekas masker dan tisu pada Tempatnya,jaga jarak dan hindari berkumpul atau berkerumun.</p>



<p>Maka dari itu mari kita tingkatkan kesadaran untuk menerapkan  perilaku hidup Sehat dengan melakukan aktivitas yang positif dan berolahraga,mengonsumsi makanan yang Sehat,istirahat yang cukup.tunjukkan bahwa kita dapat melawan virus corona dengan Menerapkan perilaku hidup sehat.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000294</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-perubahan-perilaku-sehat-sekolah-dimasa-pandemi-covid-19-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidup Bersih dan Sehat Cerminan Diri Kita Sendiri</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/hidup-bersih-dan-sehat-cerminan-diri-kita-sendiri/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/hidup-bersih-dan-sehat-cerminan-diri-kita-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 08:14:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1342</guid>

					<description><![CDATA[Tahukah kamu makna dari “Hidup yang Sehat adalah Cerminan Diri Kita Sendiri”? Menurutmu hidup yang sehat itu seperti apa? Mengapa selalu dikaitkan dengan hidup bersih? Dan<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Tahukah kamu makna dari “Hidup yang Sehat adalah Cerminan Diri Kita Sendiri”? Menurutmu hidup yang sehat itu seperti apa? Mengapa selalu dikaitkan dengan hidup bersih? Dan seberapa banyak kah orang yang sudah menerapkannya?</em></p></blockquote>



<p>Hidup yang sehat yaitu diawali dengan bagaimana kita menerapkan hidup yang bersih. Apabila kita menerapkannya maka tentu tidak akan mudah terserang penyakit. Hidup sehat itu penting, jika kita menerapkan kehidupan yang bersih maka akan terciptanya lingkungan yang sehat. Belajar mencintai diri sendiri dengan hidup bersih dimanapun kita berada. Di berbagai tempat sering sekali kita jumpai poster-poster ajakan untuk menerapkan hidup bersih dan sehat misalnya seperti disekolah. Sekolah merupakan salah satu tempat proses belajar mengajar yang membutuhkan kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka sekolah melakukan upaya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Contohnya seperti tersedianya tempat pembuangan sampah, wastafel untuk mencuci tangan, adanya kantin sehat, UKS, toilet bersih, dan masih banyak yang lainnya.</p>



<p>Usaha Kesehatan Sekolah atau yang biasa disebut dengan UKS merupakan salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan disekolah yang biasanya digerakkan oleh esktrakurikuler PMR. Mereka-mereka ini yang melayani kesehatan di sekolah, apabila ada orang sakit maka mereka lah yang bergerak. Namun, tugas PMR tidak hanya melayani orang sakit saja tapi juga mencegah terjadinya penyakit seperti ketika ketika kedatangan pelayanan dari Puskesmas maka PMR lah yang membantunya. UKS bertujuan meningkatkan kemampuan kesehatan disekolah. Setiap sekolah pasti memiliki ruang UKS.</p>



<p>Selain itu, bentuk usaha penerapan PHBS yang lainnya yaitu olahraga yang teratur. Berolahraga tidak hanya pada saat jam olahraga saja tetapi sekolah dapat membuat program seperti “Senam Bersama” sebelum proses belajar mengajar dimulai. Hal ini tidak perlu membutuhkan waktu berlama-lama mungkin dapat dilakukan sekitar 30 menit. Dengan melakukan kegiatan olahraga ini dapat membuat pikiran dan badan kita menjadi lebih sehat.</p>



<p>Penggunaan toilet disekolah juga perlu diperhatikan karena jika diabaikan kebersihannya maka ini adalah salah satu sumber dari segala penyakit. Sebaliknya, apabila toilet disekolah dijaga kebersihannya maka akan terhindar dari penyakit. Salah satu bentuk penilaian sekolah adalah dilihat dari toiletnya. Oleh karena itu, jika toilet bersih maka mencerminkan sekolah yang bersih dan sehat.</p>



<p>Anak-anak sekolah sangat rawan dengan yang namanya jajan sembarangan. Jajan sembarangan dengan makanan yang tidak sehat juga menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit. Oleh karena itu, sekolah dapat membuat program “Kantin Sehat” yang menjual makanan dan minuman yang terjaga kebersihannya. Kantin tersebut diusahakan tidak menggunakan kemasan makanan dengan plastik ataupun styrofoam melainkan menggunakan gelas dan piring yang dicuci dengan bersih sehabis pemakaian. Selain mengurangi sampah yang terjadi maka juga mencegah terjadinya penyakit.</p>



<p>Bentuk program sekolah yang lainnya yaitu Sekolah Adiwiyata. Saat ini di beberapa sekolah sudah banyak mengenal yang namanya program Adiwiyata, dimana sekolah tersebut peduli terhadap lingkungan sekitarnya sehingga disebut sebagai sekolah Adiwiyata. Sekolah Adiwiyata menciptakan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman dalam proses pembelajaran. Untuk menciptakan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman tentunya harus melakukan bentuk usaha meningkatkan kebersihan dan kesehatan disekolah.</p>



<p>Salah satu kegiatan disekolah demi terciptanya sekolah Adiwiyata ini yaitu menciptakan program kerja seperti Jum’at bersih, dimana sekolah membentuk kelompok-kelompok kerja atau biasa disebut dengan (PokJa) yang diantaranya ialah seperti kelompok kerja bank sampah, taman, biopori, kolam, kompos, dan masih banyak yang lainnya. Seluruh pokja-pokja yang telah terbagi ini memiliki tanggung jawabnya masing-masing.</p>



<p>Pokja bank sampah yaitu memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai seperti botol-botol bekas, koran bekas, atau majalah bekas yang dapat kita kumpulkan lalu dijual yang nantinya akan mengurangi limbah. Selain itu hasil dari penjualan bank sampah ini bisa kita tujukan kepada pembangunan Masjid atau kepada anak yatim piatu.</p>



<p>Pokja bank sampah dengan taman dapat saling berkaitan satu sama lain. Hasil botol bekas yang tidak terpakai dapat juga kita gunakan untuk hiasan taman yang kita isi dengan tanaman-tanaman kecil seperti Anggrek. Contohnya seperti tanaman gantung yang akan memperindah taman sekolah kita. Banyak sekali cara untuk menciptakan sekolah yang indah dan nyaman.</p>



<p>Pokja kolam bertugas membersihkan kolam-kolam seperti kolam ikan yang dikuras secara berkala agar tidak terciptanya penyakit seperti terdapat jentik-jentik nyamuk. Hal ini haruslah dihindari.</p>



<p>Manfaat program kerja Adiwiyata ini banyak sekali, salah satu diantaranya dapat mengurangi dampak lingkungan yang tidak sehat, mengurangi penyakit, menyadarkan orang-orang bahwa hidup sehat itu penting dan peduli terhadap lingkungan.</p>



<p>Sekolah Adiwiyata ini nantinya akan ada penilaiannya yang akan diberikan penghargaan bagi sekolah Adiwiyata terbaik. Maka dengan cara ini seluruh sekolah berlomba-lomba demi terciptanya sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman. Ada beberapa jenis penghargaan Adiwiyata diantaranya :</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten/Kota</li><li>Penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional</li><li>Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi</li><li>Penghargaan Adiwiyata Mandiri</li></ol>



<p>Kebersihan dan kesehatan sangatlah berikatan, dimana kebersihan itu terjaga maka kesehatan tetap terjaga pula dan terhindar dari segala penyakit. Usahakan kebersihan menjadi prioritas kita. Marilah kita peduli dengan lingkungan kita, jika bukan kita yang menjaganya maka siapa lagi. Apabila sekolah kita sehat, maka proses belajar dan mengajar pun akan terasa nyaman.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000347</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/hidup-bersih-dan-sehat-cerminan-diri-kita-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Implementasi PHBS di Sekolah bagi Siswa</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-implementasi-phbs-di-sekolah-bagi-siswa/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-implementasi-phbs-di-sekolah-bagi-siswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 08:12:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1339</guid>

					<description><![CDATA[A. PENDAHULUAN COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan . Virus ini adalah virus baru dan penyakit yang tidak dikenal<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>A. PENDAHULUAN</strong></h4>



<p>COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan . Virus ini adalah virus baru dan penyakit yang tidak dikenal sebelum terjadinya wabah di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019.</p>



<p>Covid-19 berhasil mengubah kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari baik dirumah, di sekolah, ditempat kerja, di jalan dan dimanapun. Kita dibuatnya seakan tak berdaya, karena gerak langkah kita dibatasi dengan adanya Covid-19, sehingga membuat kita tdk produktif yang berdampak pada masalah ekonomi keluarga, masyarakat, daerah dan negara.</p>



<p>Covid-19 memang membawa berbagai perubahan dalam hidup manusia. Mulai dari aktivitas seperti bekerja maupun kegiatan belajar yang dilakukan di rumah, sejumlah rencana yang akhirnya harus dibatalkan , hingga perubahan pola dan gaya hidup dengan lebih memprioritaskan kesehatan.</p>



<p>Tentu, gaya hidup seperti ini harus dipertahankan, apalagi &nbsp;memasuki hidup new normal. Dengan diterapkannya new normal, masyarakat bisa kembali beraktivitas termasuk bekerja seperti sedia kala sedang anak sekolah bisa kembali ke bangku sekolah untuk menimba ilmu seperti sedia kala namun tetap menerapkan protocol kesehatan.</p>



<p>Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat harus terus menerus dilakukan di masyarakat dan setiap individu, sehingga menjadi norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari-hari. Bila kebiasaan baru tidak dilakukan secara disiplin atau hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja, maka hal ini bisa menjadi ancaman wabah gelombang kedua.</p>



<p>Perilaku adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang, baik yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan sehat adalah suatu kondisi yang baik, yang mencakup fisik, mental, dan sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit dan kecacatan.&nbsp; Sedangkan perilaku sehat adalah tindakan seseorang atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang, baik langsung maupun tidak langsung, untuk mempertahankan dan meningkatkan&nbsp; perilaku sehat pada anak salah satu contohnya adalah membiasakan hidup bersih dan sehat.</p>



<p>Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sebagai hasil pembelajaran sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat (Permenkes, 2011). Perilaku hidup bersih sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai pola hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. Ada berbagai informasi yang dapat dibagikan seperti materi edukasi guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap dan perilaku terkait cara hidup yang bersih dan sehat. Perilaku hidup sehat dan sehat pada tatanan sekolah ialah praktik kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari baik selama siswa berada di kelas maupun di luar kelas seperti dimulai dengan mengukur suhu tubuh terlebih dahulu bila masuk lokasi baru, kemudian siswa melakukan cuci tangan dengan sabun ataupun Handy Sanitazer , melakukan gosok gigi secara teratur, wajib menggunakan Face Shield agar tidak menularkan percikan batuk berupa droplet kepada temen sebayanya.</p>



<p>Anak merupakan aset terpenting dalam tercapainya keberhasilan suatu negara, karena anaknya merupakan generasi penerus bangsa. Derajat kesehatan anak belum bisa dikatakan baik karena masih banyak terdapat masalah kesehatan khususnya pada anak sekolah. Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia tersebut rentan terhadap masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang sering timbul pada usia anak sekolah yaitu gangguan perilaku, gangguan perkembangan fisiologis hingga gangguan dalam belajar dan juga masalah kesehatan umum. Berbagai macam masalah yang muncul pada anak usia sekolah, namun masalah yang biasanya terjadi yaitu masalah kesehatan umum. Masalah kesehatan umum yang terjadi pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebersihan diri, serta kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta membersihkan kuku dan rambut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>B. &nbsp;PENTINGNYA PHBS DI SEKOLAH</strong></h4>



<p>PHBS di sekolah adalah pelaksanaan prosedur kesehatan tertentu dengan memberdayakan guru, siswa, serta masyarakat di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan melakukan pola hidup sehat untuk menciptakan sekolah dan lingkungan di sekitar sekolah yang sehat pula.Manfaat PHBS di sekolah adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan begitu, proses belajar-mengajar akan berjalan lancar, sedangkan kesehatan guru, siswa, maupun masyarakat di sekitar juga tidak terganggu.</p>



<p>Contoh PHBS di sekolah pada masa&nbsp;<em>new normal. </em>Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan beberapa hal sebagai indikator PHBS di sekolah. Beberapa di antaranya sangat relevan untuk diterapkan pada masa&nbsp;<em>new normal&nbsp;</em>ini, seperti:</p>



<h5 class="wp-block-heading"><strong>Mencuci tangan</strong></h5>



<p>Mencuci tangan adalah kegiatan yang mudah, murah, namun sangat efektif dalam mencegah persebaran kuman maupun virus pada anak-anak hingga orang dewasa. Namun, anak-anak mungkin membutuhkan masa adaptasi agar dapat melakukan kebiasaan ini secara rutin.Dalam PHBS di sekolah, anak harus diajarkan cara mencuci tangan yang benar. Terdapat lima langkah cuci tangan yang benar, yaitu membasahi tangan dengan air mengalir, menggunakan sabun, menggosok telapak dan punggung tangan (termasuk sela-sela jari), membilas dengan air mengalir, dan mengeringkannya. Guru di sekolah bisa membuat kegiatan cuci tangan anak lebih menyenangkan dengan bernyanyi lagu pendek saat melakukannya. Idealnya, cuci tangan dilakukan sekurang-kurangnya selama 20 detikIngatkan anak untuk selalu mencuci tangan dalam kondisi tertentu, seperti setelah menggunakan toilet, sebelum dan setelah makan, setelah bermain di luar, maupun setelah batuk atau bersin.Sekolah harus selalu menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun untuk memaksimalkan pelaksanaan PHBS di sekolah. Jika tidak, anak bisa menggunakan <em>hand sanitizer </em>dengan kandungan alkohol minimal 60%.</p>



<h5 class="wp-block-heading"><strong>Olahraga yang teratur dan terukur</strong></h5>



<p>Berolahraga secara teratur dipercaya dapat menghindarkan anak dari kuman berbahaya, termasuk yang menyerang paru-paru dan jalan napas. Dengan demikian, sistem imun akan naik dan anak tidak akan mudah sakit.Meski demikian, olahraga juga harus dilakukan secara terukur agar tidak berlebihan dalam memeras tenaga anak. Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan anak dalam PHBS di sekolah adalah senam sehat gembira.</p>



<h5 class="wp-block-heading"><strong>Mengonsumsi jajanan sehat</strong></h5>



<p>Jajanan sehat yang termasuk dalam PHBS di sekolah adalah jajanan yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.Sebaliknya, jangan makan makanan yang terlihat kotor, berwarna mencolok, tidak tertutup atau terbungkus, serta terlalu gurih atau terlalu manis.</p>



<h5 class="wp-block-heading"><strong>Menggunakan toilet yang bersih dan sehat</strong></h5>



<p>Anak akan menghabiskan waktu yang cukup lama di sekolah sehingga adanya fasilitas toilet yang bersih dan sehat adalah hal yang mutlak. Hal ini akan meminimalisir penyebaran penyakit yang berhubungan dengan kebersihan, salah satunya adalah diare.</p>



<h5 class="wp-block-heading"><strong>Memberantas jentik nyamuk</strong></h5>



<p>Covid-19 bukan satu-satunya penyakit yang ditakutkan terjadi pada masa <em>new normal. </em>Anak juga harus dilindungi dari penyakit berbahaya lain, seperti demam berdarah, sehingga penerapan PHBS di sekolah juga harus memastikan kebersihan selokan maupun tempat penampungan air lainnya agar tidak ada jentik nyamuk.Selain poin-poin di atas, PHBS di sekolah juga menganjurkan anak dan guru maupun warga sekolah untuk membuang sampah pada tempatnya. Guru juga harus memastikan tidak ada orang yang merokok di lingkungan sekolah.Anak juga sebaiknya dibiasakan untuk menggunakan masker ketika berkegiatan dan selalu menjaga jarak dengan orang lain. Sementara itu, tenaga pengajar dan orangtua murid harus senantiasa mengawasi anak selama PHBS di sekolah demi kesehatan dan keselamatan bersama.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>C. PENUTUP</strong></h4>



<p>Sedari awal, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa rutin dilakukan oleh masing-masing individu hingga lingkungan sekolah dalam rangka untuk menangkal Covid-19. Namun tantangannya, belum semua masyarakat terutama lingkungan sekolah bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat.</p>



<p>Cara penyebaran sejumlah virus dapat melalui kontak dekat, lingkungan atau benda yang terkontaminasi virus. Virus tertular melalui droplet yang berasal dari saluran nafas seperti batuk, bersih atau saat berbicara. Selanjutnya droplet tersebut melekat ke lingkungan atau benda karena droplet yang memiliki berat tidak dapat bertahan di udara. Bagaimana akhirmya droplet yang mengandung virus tersebut sampai masuk kedalam tubuh manusia ? Jawabnya adalah melalui tangan. Tangan menyentuh permukaan benda/ lingkungan tempat droplet melekat. Selanjutnya tangan menyentuh muka, terutama mulut, hidung, dan mata, sehingga akhirnya virus masuk ke dalam tubuh kita. Kebiasaan tangan menyentuh muka ini memang tak terhindarkan dan hampir setiap saat dilakukan. Jadi inilah yang menjadi dasar bahwa pentingnya implemetasi PHBS dilakukan dirumah, tempat umum, sekolah atau ditempat kerja .</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000261</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-implementasi-phbs-di-sekolah-bagi-siswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edukasi Gizi pada Remaja Putri di UPT Puskemas Wanaraja, Kab. Garut</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/edukasi-gizi-pada-remaja-putri-di-upt-puskesmas-wanaraja-kab-garut/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/edukasi-gizi-pada-remaja-putri-di-upt-puskesmas-wanaraja-kab-garut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 08:09:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1335</guid>

					<description><![CDATA[Remaja putri rentan mengalami kurang gizi karena kesatu pada periode ini merupakan puncak tumbuh kembang, kedua kurang asupan zat gizi karena pola makan yang salah sebagai<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Remaja putri rentan mengalami kurang gizi karena kesatu pada periode ini merupakan puncak tumbuh kembang, kedua kurang asupan zat gizi karena pola makan yang salah sebagai pengaruh dari lingkungan pergaulan ( ingin langsing ). Remaja putri yang kurang gizi tidak dapat mencapai status gizi yang optimal ( kurus, pendek dan pertumbuhan tulang tidak proporsional). Kurang zat besi dan zat gizi lain yang penting untuk tumbuh kembang (zinc), sering sakit sakitan.</p>



<p>Remaja putri yang Kurang gizi akan menimbulkan kekurangan mikronutrein ( Vitamin dan Mineral) yang menyebabkan kerusakan <em>deoxybonucleic </em>( DNA) dan Makronutrein (Karbohidrat, Lemak dan Protein) sehingga menimbulkan kekurangan energi kronis ( KEK) ( TRIBUN 14/1/2013).</p>



<p>Pada remaja badan kurus atau disebut Kurang Energi Kronis tidak selalu akibat terlalu banyak olah raga atau aktifitas fisik. Pada umumnya adalah karena pola makan yang salah misal makan terlalu sedikit atau frekuensinya dikurangi. Remaja putri yang menurunkan berat badan secara drastis penyebabnya diantaranya faktor emosional seperti takut gemuk kemudian dipandang lawan jenis kurang seksi.</p>



<p>Kurang Energi kronis atau KEK cara pengukurannya dilakukan pada lengan atas kiri (LiLA), pada remaja putri yang kidal pengukuran dilakukan pada lengan kanan atas dengan menggunakan pita pengukur antropometrik. Hasil pengukuran LiLA . Bila LiLA &lt; 23,5 cm atau dibagian merah pita LiLA berarti resiko KEK .</p>



<p>Menurut RIKESDAS 2018 Resiko bumil KEK 23-33% pada bumil usia 15-24 thn pada tahun 2018. Sedangkan resiko anemia ibu hamil 84,6% usia ibu hami 15-24 tahun</p>



<p>Sedangkan untuk mencegah bayi lahir stunting, sebaiknya saat perempuan beranjak dewasa mengkonsumsi makanan yang bergizi, jika sejak remaja kondisi gizi baik, diharapkan pada saat remaja dan siap mengandung, ibu tetap mengkonsumsi makanan bergizi dan memberikan kepada anak yang berada di kandungannya.</p>



<p>Gizi seimbang bagi remaja adalah makanan yang di konsumsi remaja yang mengandung zat sumber tenaga, zat pembangun,dan zat pengatur serta beraneka ragam jenisnya.Berikut ini faktor–faktor yang mempengaruhi kebutuhan zat gizi usia remaja seperti aktivitas fisik, lingkungan, pengobatan, depresi dan kondisi mental, penyakit dan stres:</p>



<p>Kecukupan gizi remaja akan terpenuhi dengan pola makan yang beragam dan gizi seimbang. Modifikasi menu dilakukan terhadap jenis olahan pangan dengan memperhatikan jumlah dan sesuai kebutuhan gizi pada usia tersebut. Kebutuhan gizi Remaja 13-18 tahun menurut Permenkes No.75 tahun 2014 yaitu energi 2125 kalori/hari, protein 59-69 /hari, zat besi 26 mg/hari dan asam folat 400 g/.</p>



<p>Intervensi yang dilakukan UPT Puskesmas Wanaraja untuk mencegah resiko KEK pada remaja putri yaitu penyuluhan tentang gizi seimbang, konseling gizi dan GERMAS. Serta membuat jadual botram dan minum tablet tambah darah bersama di sekolah dimana siswa membawa bekel makanan yang harus sesuai dengan gizi seimbang.</p>



<p>Saran untuk menanggulangi KEK dan Anemia pada remaja putri yaitu dengan pemberian makanan tambahan anak sekolah berupa biskuit untuk anak sekolah, serta pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri.</p>



<p>Pada masa pandemi COVID 19 sekarang ini, karena sekolah tidak ada tatap muka, tablet tambah darah diberikan oleh kader karang taruna dan untuk untuk pelaporan menggunakan google formulir dengan alamat <a href="https://forms.gle/4uSiAz2a1mwkYpp16" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://forms.gle/4uSiAz2a1mwkYpp16</a> .</p>



<h4 class="wp-block-heading">Daftar Pustaka</h4>



<p>Cornelia dkk, Konseling Gizi,2014, Jakarta, Penebar Plus.</p>



<p>Kemenkes RI, Permenkes,2014, Jakarta, Kemenkes <a href="http://rizkiauliarahmawati2012.blogspot.co.id/2013/07/gizi-pada-remaja.html">http://rizkiauliarahmawati2012.blogspot.co.id/2013/07/gizi-pada-remaja.html</a></p>



<p><strong>NO PESERTA LG000424</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/edukasi-gizi-pada-remaja-putri-di-upt-puskesmas-wanaraja-kab-garut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Remaja Dinamis dan Sehat bersama Elecra, Produk Ecofriendly di Masa Pandemi</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/aktifitas-remaja-dinamis-dan-sehat-bersama-elecra-produk-ecofriendly-di-masa-pandemi/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/aktifitas-remaja-dinamis-dan-sehat-bersama-elecra-produk-ecofriendly-di-masa-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 08:04:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1332</guid>

					<description><![CDATA[Menyikapi soal kegiatan di masa sekarang tentulah serba terbatas apalagi mewabahnya virus corona membuat semua orang takut untuk banyak melakukan aktifitas di luar rumah. Pemerintah melalui<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><img loading="lazy" decoding="async" width="209" height="252" src=""><img loading="lazy" decoding="async" width="172" height="321" src="">Menyikapi soal kegiatan di masa sekarang tentulah serba terbatas apalagi mewabahnya virus corona membuat semua orang takut untuk banyak melakukan aktifitas di luar rumah. Pemerintah melalui menteri kesehatan dan gugus tugas <em>covid-19 </em>terus menghimbau di media masa bahwa semakin hari semakin meningkat jumlah warga yang terkena virus ini. Hingga akhirnya kita harus mencari solusi terbaik untuk melakukan kegiatan positif dan menantang tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini menjadi dasar dan pemikiran para remaja untuk merubah <em>mind-set </em>mereka dalam membentuk kelompok kerja, memanfaatkan waktu dan menghasilkan sesuatu yang berguna dengan menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan. <em>Yes</em>, mereka menakamakn dirinya <em>Elecra</em>.</p>



<p>Ketika semua merasa bingung dan panik untuk melakukan berbagai kegiatan, seorang siswi kelas 11 IPA 6 di SMAN 11 kota Bandung, Miska Salsabila, penggagas sekaligus <em>public relation </em>sebuah produk topi santai berbahan <em>eco-friendly </em>(ramah lingkungan). Bahan kainnya menggunakan kain goni dan linen kemudian membuat boxnya dari kertas karton. Tidak hanya topi saja melainkan dalam penjualannya mereka memberikan tanaman <em>succulent </em>sebagai hiasan cantik sekaligus sebagai simbol bahwa pentingnya menanam dan merawat tanaman sejak dini.</p>



<p><img loading="lazy" decoding="async" width="214" height="284" src="">Proses pembuatan topi elecra ini dikerjakan secara tim, dimulai dengan mengkonsep model, bahan, waktu pengerjaan, dan berkordinasi dengan konveksi untuk hasil akhir produknya. Menurut Miska kegiatan ini sangat positif, menyenangkan, menambah pengalaman apalagi bisa bertemu banyak orang dan bersosialisasi dengan yang lainnya untuk menimba ilmu dibidang bisnis. Juga walaupun di masa pandemi ini dia harus belajar di rumah dan mengerjakan tugas-tugas sekolah bukan berarti kegiatan lainnya tidak bisa dilakukan. Malah menjadi tantangan buat dia dan timnya mengolah bahan lingkungan yang ramah dan bisa bermanfaat untuk orang banyak.</p>



<p>Saat ini produk yang dibuat baru <em>bucket hat </em>dengan harga relatif terjangkau yaitu Rp. 90.000 per- itemnya. Dalam seminggu produksinya bisa mencapai puluhan topi dengan profit tiap bulannya yang cukup menjanjikan. Pemasaran online melalui <em>twitter (@elecrasc) </em>dan <em>instagram</em>. Awalnya penjualan masih disekitar kota Bandung akan tetapi saat mengikuti kompetisi PKWU tingkat Bandung Raya mereka menempati juara satu hingga akhirnya lolos sebagai pemenang utama ditingkat nasional, dari sana pemesanpun berdatangan dari luar provinsi. Sungguh berkat yang luar biasa dari Tuhan, tutur Miska.</p>



<p>Kegiatannya tidak hanya berfokus pada penjualan produknya saja akan tetapi mereka juga aktif mengikuti <em>event </em>sosial, seperti halnya menanam 20 tanaman, berpartisipasi dalam sumbangan korban bencana alam, dan juga membersihkan track hiking. Bagi mereka usahanya tidak hanya mendapatkan profit semata, mempromosikan produk dan sekolah mereka menjadi <em>famous</em>, melainkan agar ilmu yang didapatkan dari sekolah dapat diterapkan di lapangan serta bermanfaat bagi semua orang. Bulan ini pun mereka sedang <em>restock </em>lagi untuk memenuhi pesanan dan menyumbangkan beberapa tanaman pada daerah terpencil di pelosok desa.</p>



<p>Ditanya tentang tujuan membuat produk ini, Miska menuturkan bahwa, <em>“kita tujuan awalnya ingin produk yang eco-friendly dan ningkatin environment awareness tapi juga barang yang dijual tetep trendy, hasil dari kemarin kita menang kita masukkin ke kegiatan sumbangan sama untuk produksi lagi”. </em>Begitu</p>



<p>luar biasanya gagasan yang dijelaskan tentang tujuan dan manfaat dari <em>elecra </em>ini, disamping bahannya ramah lingkungan, kesadaran masyarakat untuk merawat dan memelihara tanaman meningkat, menjadikan gaya anak muda lebih <em>trendy </em>dan akrab, juga nilai sosial yang tidak bisa dibeli dengan materi.</p>



<p>Pada aplikasi di lapangan terutama dalam proses pengerjaan produk dan penanaman tanaman, Miska dan team <em>elecra </em>lainnya selalu menggunakan protokol kesehatan pandemi covid-19, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, serta yang lebih penting lagi adalah mereka berkordinasi dan berkomunikasi dengan Dinas Pangan dan Pertanian kota Bandung terkait informasi mutu tanaman serta pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Kedepannya mereka berharap agar bisa membuat produk baru dan melanjutkan usaha <em>elecra </em>sampai memiliki toko sendiri.</p>



<p>Dari hasil pengalaman di atas bahwa di masa sulit ini bukan berarti kita hanya berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah untuk kelangsungan hidup saja, akan tetapi kita tetap harus bergerak, mulai berfikir positif dan melakukan banyak kegiatan bermanfaat sebagai bentuk dedikasi kita pada diri sendiri dan lingkungan. Mengawali kegiatan usaha tidak perlu mengeluarkan modal yang besar, bahan yang mahal dan sasaran promosi yang transparan. Usaha terbaik dan tepat perlu tekad yang kuat, ide yang kreatif sehingga modal yang dibutuhkan rendah, bahan ramah lingkungan maupun barang bekas di sekitar rumah kita juga bisa menjadi bahan metah yang hasilnya berdaya guna dan bernilai, disamping upaya promosi <em>online </em>yang lebih praktis dan terjangkau tanpa harus keluar rumah dan kotor-kotoran. Hasil yang diperoleh maksimal dengan bekerja secara team lebih mudah dilakukan dan sosialisasipun terjalin dengan begitu baik, wawasan bertambah, profit meningkat, serta kita bisa hidup sehat dan dinamis.</p>



<p>Dengan demikian mari kita cari solusi bersama untuk menanggulangi keterbatasan kegiatan fisik. Berhubungan langsung di lingkungan bukan berarti akan mudah terkena virus corona jika kita tetap memperhatikan dan menggunakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Tetap sadar dan patuh pada aturan untuk menggunakan masker pada saat beraktifitas di luar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun sehabis memegang benda atau bersentuhan tangan, jaga fisik saat berdekatan dengan orang lain, menghindari kerumunan, tetap <em>stay </em>di rumah menjadi pilihan yang terbaik, berolah raga teratur setiap hari, mengkonsumsi makanan bergizi, banyak minum air, dan paling penting lagi adalah istirahat yang cukup dan teratur. Berfikir positif pun menjadi senjata yang paling ampuh saat ini untuk menghilangkan pemikiran buruk terkait wabah virus korona. Selalu berkomunikasi dan menjaga sikap santun merupakan hal mendasar dalam membentuk karakter pribadi sesungguhnya. Berkepribadian religius mendekatkan diri pada Tuhan adalah keharusan. Semua masalah yang menimpa kita dapat terselesaikan jika kita berfikir jernih, cerdas, tidak putus asa, <em>move on</em>, dan menerima hasil apa adanya. Sugesti ketika wabah ini dekat dengan tubuh kita sebenarnya buah dari pemikiran kita yang serba khawatir dan takut, padahal kita yakin dan mampu disetiap penyakit ada obatnya. Dan tentu saja penawarnya adalah ketahanan fisik serta ketenangan jiwa.</p>



<p>Jadi, kalian para remaja yang bercita-cita tinggi, sehat jasmani dan rohani, serta berambisius tinggi, banyak sekali aktifitas yang bermanfaat tak perduli dilakukan di rumah maupun diluar rumah, keadaan normal ataupun terkena wabah, yang paling penting adalah bagaimana caranya mensiasati diri kalian agar mampu berprestasi, berupaya maksimal dalam bekerja, menjaga kesehatan, tetap belajar, bersosialisasi, dan saling memotivasi sehingga tujuan utama dari hidup bisa tercapai yaitu hidup dinamis, sehat, dan berwawasan.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000289</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/aktifitas-remaja-dinamis-dan-sehat-bersama-elecra-produk-ecofriendly-di-masa-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghidupkan Kembali Perilaku Hidup Sehat</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/menghidupkan-kembali-perilaku-hidup-sehat/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/menghidupkan-kembali-perilaku-hidup-sehat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 07:57:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1330</guid>

					<description><![CDATA[Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang di dunia berubah menjadi lebih peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungannya. Kebersihan diri dan lingkungan sangat berkaitan dengan pencegahan penyakit.<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang di dunia berubah menjadi lebih peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungannya. Kebersihan diri dan lingkungan sangat berkaitan dengan pencegahan penyakit. Menjaga kebersihan bisa menjadi sesuatu yang sulit dilakukan jika kondisi lingkungan tidak mendukung. Mengetahui cara menjaga kebersihan yang benar tidaklah cukup, karena kita juga perlu termotivasi untuk melakukannya.</p>



<p>Kebersihan menjadi tanggungjawab bagi setiap orang. Kita tidak selalu dapat terhindar dari kotoran di sekitar, tetapi kita bisa membersihkan diri dan menjaga kebersihan lingkungan dengan aktifitas yang sederhana. Tumbuhkan pemikiran bahwa membersihkan diri adalah kegiatan yang menyenangkan, Tidak hanya menimbulkan perasaan bahwa itu adalah kewajiban, melainkan suatu hal yang bisa dan biasa dikerjakan setiap saat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Perhatikan kebersihan tangan dan kakimu</h4>



<p>Kampanye mencuci tangan dengan benar untuk mencegah penyebaran Covid- 19 telah membuat sebagian besar masyarakat menjadi lebih peduli pada kebersihan tangan. Namun jangan lupa bahwa kebersihan kaki pun harus tetap dijaga. Karena kaki adalah bagian bawah tubuh yang paling sering terkena kontak dengan lantai, tanah, dan kotoran. Sikatlah kaki dengan lembut mengunakan sabun, bersihkan sela-sela jari dan kuku kaki. Kaki yang bersih dan sehat dapat membuat kita melangkah dengan percaya diri kemanapun kita pergi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Ayo olahraga!</h4>



<p>Melakukan olahraga haruslah teratur dan terukur. Tidak harus dilakukan setiap hari, setidaknya sekali sampai dua kali dalam seminggu kita bisa melakukan olahraga. Pilihlah olahraga yang menyenangkan dan ringan untuk dilakukan.</p>



<p>Dengan begitu kita akan selalu konsisten melakukannya setiap minggu.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tidur dan beristirahatlah</h4>



<p>Setelah lelah seharian beraktifitas, tidur merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk mengistirahatkan tubuh. Kebutuhan tidur setiap orang berbeda- beda, tergantung dari banyak atau sedikitnya aktifitas yang dilakukan sepanjang hari. Usahakan memakai pakaian yang nyaman disaat tidur. Atur pencahayaan kamar lalu pastikan kebersihan kasur dan sprei yang digunakan. Dengan begitu, tidur akan menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Jangan malas mandi</h4>



<p>Mandi harus dilakukan sedikitnya sekali sehari. Walaupun aktifitas mandi sangat tergantung pada musim, jenis aktivitas yang dilakukan seharian, serta banyaknya kotoran dan keringat pada tubuh. Mandilah dengan sabun, bersihkan tubuh, bilas dengan air yang bersih dan pastikan tidak ada lagi sisa sabun yang masih menempel. Lalu keringkan tubuh dengan handuk yang bersih. Mandi akan membuat tubuh kita menjadi lebih segar.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Jaga aroma ketiakmu</h4>



<p>Aktifitas berlebih dapat meningkatkan volume keringat pada tubuh kita.</p>



<p>Keringat yang muncul pada lipatan kulit seperti ketiak akan memicu timbulnya bau. Menghilangkan bau pada ketiak dapat dilakukan dengan mandi yang bersih serta menggunakan <em>deodorant </em>sebelum beraktivitas. Maka kita dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa takut mereka mencium aroma yang kurang sedap pada tubuh kita.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Rawatlah gigimu</h4>



<p>Menggosok gigi tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan sisa makanan, tetapi juga mencegah timbulnya karang gigi yang dapat menyebabkan gigi berlubang dan bau mulut. Menggosok gigi dilakukan dua atau tiga kali sehari, terutama setelah makan malam. Gigi yang bersih akan membuat kita terhindar dari bau mulut yang dapat mengganggu pergaulan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Rambutmu adalah mahkotamu</h4>



<p>Selain memiliki fungsi kesehatan untuk melindungi kulit kepala, rambut pun memiliki fungsi keindahan. Rambut menjadi pelengkap penampilan. Rambut yang kotor, berkeringat dan tidak terawat akan mengakibatkan tidak nyamannya bagian kulit kepala. Mencuci rambut dengan <em>shampoo </em>yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit kepala, akan membuat kita lebih nyaman beraktifitas.</p>



<p>Karena sirkulasi darah pada kepala menjadi lancar.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Jangan biarkan matamu lelah</h4>



<p>Belajar dan berkerja dari rumah akibat pandemi, membuat kita selalu berinteraksi dengan <em>handphone </em>dan komputer. Hal itu membuat mata menjadi merah, berair bahkan terkadang terasa kering akibat kelelahan. Mengatur waktu agar tidak terlalu lama menatap layar <em>handphone </em>dan komputer menjadi salah satu solusi. Jangan biarkan mata kelelahan karena dapat menjadi jalan masuk berbagai penyakit.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Lindungi telingamu</h4>



<p>Telinga adalah salah satu organ tubuh yang penting karena pendengaran adalah indera yang paling dasar. Telinga harus terlindung dari debu, kotoran, serangga bahkan suara yang keras. Mendengarkan musik atau instrumen dengan menggunakan <em>earphone </em>tidak boleh dilakukan terlalu lama, apalagi dengan <em>volume </em>yang terlalu besar. Suara yang terlalu keras dapat menyebabkan pecahnya selaput gendang telinga.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Jangan dipakai lagi tanpa dicuci</h4>



<p>Jangan gunakan pakaian yang telah kita kenakan kemarin untuk hari ini tanpa dicuci terlebih dulu. Terkadang masih banyak yang menyepelekan hal penting ini. Pakaian yang kotor jika dipakai berulang tanpa dicuci dapat menjadi sarang kuman dan bakteri yang mengakibatkan berbagai sumber penyakit. Segera cuci dan ganti pakaian setelah digunakan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Bersihkan rumahmu</h4>



<p>Rumah adalah salah satu tempat yang banyak bakterinya, karena di rumahlah paling banyak terjadi aktifitas dalam keluarga. Kebersihan kamar tidur akan mempengaruhi kualitas tidur. Kebersihan dapur akan mempengaruhi kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kebersihan kamar mandi akan mempengaruhi kesehatan. Maka dari itu, rajinlah membersihkan rumah.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Jaga kebersihan makanan dan minuman</h4>



<p>Sebagian besar masalah pencernaan yang terjadi pada manusia diakibatkan karena kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Oleh karena itu menjaga kebersihan dan kelayakan makanan maupun minuman menjadi sebuah keharusan. Pastikan makanan dan minuman yang kita konsumsi diolah dengan baik, bersih, sehat dan di konsumsi tidak melewati batas kadaluarsa. Selain itu kita harus menjaga kebersihan peralatan makan minum, peralatan memasak,&nbsp; pemukaan meja makan dan bagian dalam lemari pendingin tempat menyimpan bahan makanan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Sayangi dirimu</h4>



<p>Pada tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Hal itu menandakan bahwa jiwa yang lemah cenderung lebih rentan terserang penyakit. Banyak penyakit yang dimulai dari pikiran. Orang-orang yang sulit mengatur pikirannya agar tenang, damai dan bahagia sangat mudah terkena penyakit. Menjaga kesehatan dengan cara menyayangi diri sendiri menjadi sebuah hadiah berharga untuk tubuh dan jiwa kita.. Dengan begitu, penyakit pun tidak mudah menghampiri. Berbahagialah, maka pikiran dan tubuhmu akan sehat.</p>



<p>***</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000258</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/menghidupkan-kembali-perilaku-hidup-sehat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) Sebagai Pendukung Pencegahan Stunting Melalui Anak Sekolah</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/program-ratu-ceria-remaja-tangguh-cegah-penderita-anemia-sebagai-pendukung-pencegahan-stunting-melalui-anak-sekolah/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/program-ratu-ceria-remaja-tangguh-cegah-penderita-anemia-sebagai-pendukung-pencegahan-stunting-melalui-anak-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[SBNP Platform]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 07:53:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1327</guid>

					<description><![CDATA[ABSTRAK Anemia adalah suatu keadaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala 5L (Letih, Lemah, Lesu, Lelah,<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>ABSTRAK</strong></h4>



<p>Anemia adalah suatu keadaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala 5L (Letih, Lemah, Lesu, Lelah, Lunglai). Akibatnya dapat menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar. Di daerah terpencil banyak kejadian remaja putus sekolah dan adanya pernikahan dini. Dikhawatirkan terdapat remaja putri putus sekolah yang anemia sehingga menyumbang kejadian stunting di Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh secara normal pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis selama 1000 Hari Pertama Kehidupan ditambah lagi dengan status gizi kurang dan kurangnya kesiapan mental pada calon ibu. Berdasarkan latar belakang tersebut, dibutuhkan upaya untuk pencegahan stunting dari usia sekolah. Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui anak sekolah dilakukan dengan 5 tahap yaitu Penyuluhan tentang Anemia, Skrining Anemia, Pemberian Tablet Fe, Pembentukan dan pelatihan Kader RATU CERIA. Dari beberapa upaya yang telah dilakukan diatas, terdapat perubahan dari siswi anemia sebanyak 19,5% menjadi 1,3%. &nbsp;</p>



<p><strong>Kata Kunci : Anemia, Fe, kader, remaja putri, stunting</strong></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>PENDAHULUAN</strong></h4>



<p>Anemia adalah suatu keadaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Menurut WHO (2000), batas normal kadar Hb anak-anak usia 5-11 tahun adalah 11,5 gr/dl. sedangkan usia 12-14 tahun adalah 12 gr/dL, sedangkan wanita lebih dari 15 tahun adalah 12 gr/dL. Sebagian besar anemia disebabkan oleh kekurangan satu atau lebih zat gizi esensial (zat besi, asam folat, B12) yang digunakan dalam pembentukan sel-sel darah merah (Masrizal, 2007).</p>



<p>Kekurangan zat besi (Fe) menyebabkan terhambatnya pertumbuhan sel tubuh dan sel otak. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala 5L (Letih, Lemah, Lesu, Lelah, Lunglai). Akibatnya dapat menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar (Masrizal, 2007).</p>



<p>Upaya pencegahan anemia diatasi dengan banyak mengkonsumsi makanan kaya zat besi. Seperti hati ayam/sapi, daging sapi, daging ayam, telur, dan sayuran berwarna hijau. Sedangkan penanggulangan anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan pencegahan infeksi cacing, pemberian Tablet Fe yang dikombinasikan dengan vitamin C. Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi, terdapat pada buah-buahan seperti jambu, pepaya, jeruk, tomat, dan mangga (DKBM, 2015).</p>



<p>Didaerah tepencil, banyak sekali terjadi remaja putri putus sekolah dan pernikahan dini, Hal ini dapat diakibatkan oleh kemiskinan dan pola asuh keluarga, Apabila terdapat Remaja Putri Putus Sekolah yang anemia dan tidak ditangani akan berisiko tinggi memiliki anak <em>stunting</em>.</p>



<p><em>Stunting </em>adalah kondisi gagal tumbuh secara normal pada anak balita. <em>Stunting</em><em> </em>terjadi karena kekurangan gizi kronis selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. <em>World Health Organisation </em>(WHO) menetapkan batas toleransi <em>stunting </em>(anak bertubuh pendek) maksimal 20%. Namun, di Indonesia keadaan <em>stunting </em>pada balita berada pada angka 35,6% (18,5% balita dalam kategori sangat pendek dan 17,1% balita dalam kategori pendek). Dampak stunting yaitu terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan; menurunnya tingkat kecerdasan; menurunnya prestasi belajar; munculnya penyakit obesitas, jantung, diabetes mellitus, dan hipertensi; dan menurunnya produktivitas. (Ismiyati, 2019)</p>



<p>Berdasarkan latar belakang tersebut, dibutuhkan upaya dalam pencegahan stunting melalui usia sekolah. Nusantara Sehat Team Based Batch XIV Penempatan Puskesmas Perawatan Kedi membuat suatu inovasi dengan judul RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) dalam upaya pencegahan stunting melalui anak sekolah</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>METODE</strong></h4>



<p>Metode yang digunakan adalah intervensi berupa penyuluhan, pemberian Tablet Fe dan pelatihan. Subjek yang digunakan adalah remaja putri di SMP dan SMA wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kedi, Provinsi Maluku Utara. Puskesmas Perawatan Kedi merupakan Puskesmas dengan kategori wilayah sangat terpencil yang sudah terakreditasi Madya pada tahun 2019. Seluruh siswi diberikan Tablet Fe sebanyak 1x setiap minggu. Kegiatan dilaksanakan antara bulan Januari 2020 – Juli 2020. Instrumen yang digunakan adalah leaflet, presentasi, Tablet Fe, kartu monitoring dan evaluasi konsumsi Tablet Fe, dan ATK.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>HASIL</strong></h4>



<p>Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui anak sekolah dilakukan di 6 SMP dan 2 SMA di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kedi, Maluku Utara. Program ini dilakukan dengan 5 tahap yaitu Penyuluhan tentang Anemia, Skrining Anemia, Pemberian Tablet Fe, Pembentukan Kader RATU CERIA, dan Pelatihan Kader RATU CERIA.</p>



<p><strong>Tabel 1. Jumlah Siswi, Jumlah Kader RATU CERIA, dan Jumlah Siswi Anemia tingkat SMP dan SMA di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kedi Periode Januari 2020 – Juli 2020</strong></p>



<figure class="wp-block-table is-style-stripes"><table><tbody><tr><td><strong>No</strong></td><td><strong>Nama Sekolah</strong></td><td><strong>JUMLAH</strong></td><td><strong>&nbsp;</strong></td></tr><tr><td><strong>Siswi</strong></td><td><strong>Siswi Anemia</strong></td><td><strong>Kader RATU CERIA</strong></td><td><strong>Pemantauan</strong> <strong>Siswi Anemia</strong></td></tr><tr><td>1</td><td>SMP Negeri 4 Halmahera Barat</td><td>66</td><td>7</td><td>7</td><td>0</td></tr><tr><td>2</td><td>SMA Negeri 4 Halmahera Barat</td><td>84</td><td>18</td><td>7</td><td>1</td></tr><tr><td>3</td><td>SMP Satu Atap 1 Halmahera Barat</td><td>44</td><td>9</td><td>6</td><td>1</td></tr><tr><td>4</td><td>SMA Kristen Berkat Anugerah Buo</td><td>7</td><td>3</td><td>4</td><td>0</td></tr><tr><td>5</td><td>SMP Negeri 38 Halmahera Barat</td><td>8</td><td>0</td><td>4</td><td>0</td></tr><tr><td>6</td><td>SMP Negeri 37 Halmahera Barat</td><td>46</td><td>8</td><td>6</td><td>2</td></tr><tr><td>7</td><td>SMP Negeri 26 Halmahera Barat</td><td>33</td><td>11</td><td>4</td><td>0</td></tr><tr><td>8</td><td>SMP Gotong Royong Baja</td><td>9</td><td>2</td><td>5</td><td>0</td></tr><tr><td><strong>JUMLAH</strong></td><td><strong>297</strong></td><td><strong>58</strong></td><td><strong>43</strong></td><td><strong>4</strong></td></tr></tbody></table></figure>



<p>Berdasarkan tabel 1. Didapatkan jumlah siswi sebanyak 297 orang dengan jumlah 43 siswi anemia (19,5%). Masing-masing sekolah memiliki kader RATU CERIA. Setelah diberikan penyuluhan anemia, pemberian Tablet Fe, pembentukan dan pelatihan kader RATU CERIA, didapatkan 4 siswi anemia (1,3%).</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>PEMBAHASAN</strong></h4>



<p>Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui anak sekolah dilakukan dengan 5 tahap. Tahap yang pertama adalah penyuluhan tentang Anemia. Penyuluhan yang diberikan berupa pengertian, penyebab, gejala, penyebab anemia, contoh makanan tinggi zat besi dan vitamin C, makanan penghambat zat besi, akibat anemia, dan tips terhindar dari anemia.</p>



<p>Tahap kedua adalah Skrining Anemia. Skrining anemia dilakukan menggunakan alat POCT dan stik Hb. Skrining anemia dilakukan oleh tenaga laboratorium. Terdapat 19,5% yang mengalami anemia. Siswi yang mengalami anemia di berikan konsultasi lebih intens supaya rutin mengkonsumsi Tablet Fe dan makan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan. Setelah diberikan intervensi, terdapat siswi anemia sebesar 1,3%.</p>



<p>Tahap ketiga adalah Pemberian Tablet Fe. Siswi diberikan Tablet Fe sebanyak 1x setiap minggu yang akan diawasi oleh kader RATU CERIA bersama guru. Siswi diberikan petunjuk penggunaan dan diberikan kartu monev.</p>



<p>Tahap keempat adalah Pembentukan Kader RATU CERIA. Siswi yang terpilih menjadi kader RATU CERIA adalah perwakilan dari kelas 1 dan kelas 2 dengan pertimbangan hasil post-test penyuluhan anemia, kesediaan dan kemampuan siswi. Kader RATU CERIA bertugas untuk mengawasi teman-teman dalam rutin mengkonsumsi Tablet Fe dan sebagai kader kesehatan sebaya.</p>



<p>Tahap kelima adalah Pelatihan Kader RATU CERIA. Kader RATU CERIA yang telah terpilih diberikan pelatihan berupa penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif dengan pembuatan poster sederhana terkait permasalah perempuan di Indonesia serta menjelaskan cita-cita.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>KESIMPULAN</strong></h4>



<p>Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui anak sekolah dilakukan dengan 5 tahap yaitu Penyuluhan tentang Anemia, Skrining Anemia, Pemberian Tablet Fe. Pembentukan Kader RATU CERIA, dan Pelatihan Kader RATU CERIA. Dari beberapa upaya yang telah dilakukan diatas, terdapat perubahan dari siswi anemia sebanyak 19,5% menjadi 1,3%.&nbsp; Diharapkan dari program ini, kader RATU CERIA dapat memberikan contoh bagi teman sebaya sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri terhadap stunting. &nbsp;</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000354</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/program-ratu-ceria-remaja-tangguh-cegah-penderita-anemia-sebagai-pendukung-pencegahan-stunting-melalui-anak-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
