<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Khalida Fauzia &#8211; SBNP Platform</title>
	<atom:link href="https://sbnp.seameo-recfon.org/author/khalida-fauziayahoo-com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sbnp.seameo-recfon.org</link>
	<description>School-based Nutrition Promotion</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Aug 2020 15:31:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://sbnp.seameo-recfon.org/wp-content/uploads/2020/08/cropped-logo_sbnp_web-32x32.png</url>
	<title>Khalida Fauzia &#8211; SBNP Platform</title>
	<link>https://sbnp.seameo-recfon.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Edukasi Gizi untuk Prestasi</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/edukasi-gizi-untuk-prestasi/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/edukasi-gizi-untuk-prestasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khalida Fauzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 07:24:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1305</guid>

					<description><![CDATA[Salam sehat untuk kita semua!!! Pendidikan gizi di sekolah bisa dibilang belum menjadi hal yang biasa atau bahkan terkadang belum menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah.<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salam sehat untuk kita semua!!!</p>



<p>Pendidikan gizi di sekolah bisa dibilang belum menjadi hal yang biasa atau bahkan terkadang belum menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. Namun berbeda halnya dengan sekolah tempat saya menuntut ilmu saat ini, sekolah itu adalah SMAN 1 Singosari.</p>



<p>Sejak tahun 2017 sekolah ini telah berhasil menjadi projek percontohan Remaja Gizi yang diadakan oleh Seameo Recfon. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan edukasi gizi di sekolah agar bisa menciptakan siswa-siswa yang berprestasi dan juga paham akan pentingnya pola hidup sehat.</p>



<p>SMAN 1 Sigosari percaya bahwa siswa-siswa yang berkualitas tidak hanya siswa-siswa yang memiliki prestasi dibidang akademik maupun non akademik, namun siswa yang berkualitas adalah siswa yang paham akan bagaimana cara menjaga kesehatan dirinya. Oleh karena itu untuk menciptakan siswa-siswa yang berkualitas tidak hanya dilakukan dengan belajar, namun juga harus diimbangi dengan pemenuhan gizi yang cukup. Dengan tubuh yang sehat maka kita akan lebih mudah melakukan berbagai aktivitas.</p>



<p>Untuk mengimplementasikan itu semua sekolah ini mengadakan beberapa program. Programnya pun beragam mulai dari program harian, mingguan, sampai bulanan. </p>



<p>Program yang pertama dilaksanakan adalah dengan memperkenalkan Remaja Asik kepada para siswa. Remaja Asik sendiri merupakan kegiatan yang betujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan dalam bidang pangan dan gizi.</p>



<p>Kegiatan ini dilaksanakan sekali setiap minggunya, tepatnya pada hari jumat. Di Remaja Asik para siswa akan dikenalkan tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Di sini para siswa juga akan dikenalkan dengan berbagai macam penyakit dan juga cara pencegahannya.</p>



<p>Kedua, SMAN 1 Singosari mengadakan program praktik pengolahan makanan, yang masih menjadi satu kesatuan dengan program Remaja Asik. Program ini bertujuan agar para siswa tidak hanya mendapatkan materi namun juga bisa mempraktikannya secara langsung. Pada proses pengolahan makanan siswa harus bisa mengolah makanan sesuai dengan takaran gizi yang seimbang. </p>



<p>Kantin juga merupakan tempat yang sangat penting di sekolah. Saat di sekolah kantinlah yang menyediakan asupan makanan kita. Oleh karena itu kegiatan observasi kantin juga sangat penting untuk dilaksanakan.</p>



<p>Observasi kantin ini sendiri merupakan salah satu program untuk menyukseskan edukasi gizi di sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang dijual di kantin sekolah sudah layak dan aman untuk dikonsumsi dan apakah makanan tersebut sudah memenuhi kebutuhan gizi seluruh warga sekolah.</p>



<p>Selain beberapa program di atas, program menghitung IMT atau Indeks Masa Tubuh juga sangat penting untuk dilaksanakan. Harapan dari program ini adalah agar siswa dapat mengetahui status tubuhnya, apakah itu kurus, normal, kelebihan berat badan ataupun gemuk. Dengan mengetahui status tubuhnya maka siswa akan dapat mengetahui jumlah gizi yang dibutuhkan sesuai dengan status tubuhnya.</p>



<p>Yang terakhir adalah kegiatan jumat sehat. Kegiatan ini dilaksanakan sekali dalam satu bulan. Pada hari itu para siswa akan melaksanakan kegiatan senam bersama kemudian dilanjutkan dengan makan bekal bersama yang dibawa dari rumah.</p>



<p>Untuk bekal yang dibawa harus mencakup kebutuhan gizi. Bekal bisa terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, buah serta air putih dan juga susu. Dengan adanya kegiatan ini SMAN 1 Singosari berharap agar para siswa bisa membiasakan membawa bekal dari rumah dan terbiasa dengan makan makanan yang bergizi seimbang.</p>



<p>Itulah beberapa program yang telah dilaksanakan oleh SMAN 1 Singosari. Beberapa program di atas diharapkan bisa menjadikan SMAN 1 Singosari sebagai sekolah yang memiliki edukasi gizi yang baik serta dapat memberikan kontribusi pada peningkatan praktik gizi dan juga kesehatan para siswa agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.</p>



<p>Salam sehat!!!</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000108</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/edukasi-gizi-untuk-prestasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yuk, Ajak Anak Tetap Beraktivitas Fisik Selama Pandemi!</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/yuk-ajak-anak-tetap-beraktivitas-fisik-selama-pandemi/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/yuk-ajak-anak-tetap-beraktivitas-fisik-selama-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khalida Fauzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 06:36:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1284</guid>

					<description><![CDATA[Adanya pandemi Covid-19 membuat rutinitas yang dilakukan terbatas. Protokol kesehatan telah ditetapkan pemerintah untuk berbagai kegiatan, salah satunya saat melakukan aktivitas fisik. Mengajak anak untuk tetap<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Adanya pandemi Covid-19 membuat rutinitas yang dilakukan terbatas. Protokol kesehatan telah ditetapkan pemerintah untuk berbagai kegiatan, salah satunya saat melakukan aktivitas fisik. Mengajak anak untuk tetap aktif berkegiatan selama pandemik merupakan tantangan bagi para orang tua. Nah, bagaimana agar anak tetap aktif dan beraktivitas fisik selama pandemik ini? Yuk, simak penjelasan berikut.</p>



<p><strong>Tips tetap aktif saat di rumah aja</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk, seperti saat bekerja, belajar, menonton TV, membaca serta bermain telepon genggam. Istirahat dilakukan selama 3-5 menit setiap 20-30 menit.</li><li>Mengatur rutinitas setiap hari dengan merencanakan aktivitas fisik yang akan dilakukan (waktu, hari, durasi).</li><li>Merencanakan waktu untuk aktif bersama anak-anak&nbsp;</li><li>Menjaga waktu tidur dan bangun anak secara konsisten</li></ul>



<p><strong>Rekomendasi aktivitas fisik</strong></p>



<p>Berdasarkan WHO, durasi aktivitas fisik yang disarankan untuk anak-anak dan remaja berusia 5-17 tahun adalah minimal 60 menit setiap hari dengan intensitas sedang-kuat, termasuk aktivitas aerobik (berjalan atau berlari), memperkuat tulang (berlari atau melompat) dan otot (memanjat atau&nbsp;<em>push-up</em>) yang dilakukan 3x seminggu.</p>



<p>Melakukan gerakan fisik selama 3-5 menit, seperti jalan kaki atau peregangan bisa membantu meredakan ketegangan otot, mental serta melancarkan peredaran darah. Bagi anak-anak, manfaat aktivitas fisik adalah membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat dan meningkatkan keterampilan gerak dasar serta membangun hubungan sosial.</p>



<p><strong>Contoh aktivitas fisik yang bisa dilakukan</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Bergabung dalam kelas olahraga secara&nbsp;<em>online</em></li><li>Mengajak bermain permainan tradisional, seperti lompat tali, layang-layang, petak umpet.</li><li>Mempelajari keterampilan baru, seperti membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang bekas.</li><li>Mendorong untuk melakukan latihan kekuatan otot dengan menggunakan botol berisi air atau pasir</li><li>Mengajak anak untuk beraktivitas ringan, seperti senam&nbsp;<em>baby shark</em>&nbsp;dan bermain sepeda.</li><li>Mengajak anak menanam tanaman di kebun sekitar rumah, mulai dari menggali tanah, menanam bibit, hingga menyiram tanaman tersebut.</li><li>Mengajak anak melakukan pekerjaan rumah, seperti mencuci piring makannya sendiri, membantu melipat baju, dan kegiatan laiinya.</li></ul>



<p><strong>Tips tetap aman saat melakukan aktivitas fisik selama pandemi</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Jangan berolahraga ketika demam, batuk, dan kesulitan bernapas.</li><li>Selalu jaga jarak dengan orang lain dan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik</li><li>Mulai perlahan dengan aktivitas berintensitas rendah, seperti berjalan kaki selama 5-10 menit kemudian bertahap ditingkatkan hingga 30 menit atau lebih selama beberapa minggu.</li></ul>



<p>Berdasarkan informasi di atas, jangan lupa untuk menerapkan aktivitas bersama anak mulai dari hal kecil dan secara bertahap bisa ditingkatkan untuk durasi, frekuensi, dan intensitas dari waktu ke waktu, ya. Semoga bermanfaat!</p>



<p><a href="https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/be-active-during-covid-19">https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/be-active-during-covid-19</a></p>



<p><a href="https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/children/index.htmhttp://puspensos.kemsos.go.id/aktivitas-seru-yang-bisa-dilakukan-dirumah-bersama-anak-selama-masa-sosial-distancing">https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/children/index.htmhttp://puspensos.kemsos.go.id/aktivitas-seru-yang-bisa-dilakukan-dirumah-bersama-anak-selama-masa-sosial-distancing</a></p>



<p><strong>NO PESERTA LG000198</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/yuk-ajak-anak-tetap-beraktivitas-fisik-selama-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perilaku Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/perilaku-sehat-di-era-adaptasi-kebiasaan-baru/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/perilaku-sehat-di-era-adaptasi-kebiasaan-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khalida Fauzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 06:32:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1266</guid>

					<description><![CDATA[Covid 19, pandemi, tatanan kehidupan baru, adaptasi kebiasaan baru, dan masih banyak istilah lain yang sering kita dengar pada tahun 2020 ini. Ya, tahun 2020 ini<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Covid 19, pandemi, tatanan kehidupan baru, adaptasi kebiasaan baru, dan masih banyak istilah lain yang sering kita dengar pada tahun 2020 ini. Ya, tahun 2020 ini adalah tahun yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami bencana berupa wabah atau pandemi covid 19, sehingga banyak aspek kehidupan yang berubah di masyarakat. Kenapa terjadi beberapa perubahan aspek kehidupan? Alasannya adalah virus covid 19 ini adalah virus yang dapat menular antar manusia, namun sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah penularan virus covid 19, untuk itu diperlukan beberapa tindakan pencegahan dalam melawan virus covid 19. Hal utama yang perlu kita lakukan adalah: sering cuci tangan pakai sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, memakai masker, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.</p>



<p>Virus covid 19 merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan dan tidak bertahan lama di udara dan permukaan benda, namun kurangnya kesadaran mencuci tangan dapat mendukung penyebaran virus ini. Kenapa harus mencuci tangan menggunakan sabun? Sebab, virus ini dapat mati oleh sabun sehingga mencuci tangan dengan sabun dapat mencegah penularan virus ini. Namun, jika kita tidak bisa mencuci tangan dengan sabun dan air, maka kita dapat membersihkan tangan dengan cairan pembersih tangan atau&nbsp;<em>handsanitizer</em>.&nbsp;&nbsp;Selanjutnya, kita juga memiliki kebiasaan baru yaitu harus memakai masker untuk langkah pencegahan penularan covid 19. Naun, tingkat kesadaran masyarakat terhadap langkah pencegahan ini masih kurang, seperti masih banyak masyarakat yang tidak memakai masker, memakai masker tidak sempurna atau hanya menempel saja, serta masih ada beberapa orang yang saling meminjamkan masker yang sedang dipakai. Hal ini terjadi karena masih banyak masyarakat yang berpikir bahwa penggunaan masker itu untuk aksesoris tambahan, mereka belum menyadari sepenuhnya manfaat dari penggunaan masker tersebut.&nbsp;</p>



<p>Tindakan pencegahan selanjutnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu kunci untuk melawan virus covid 19. Bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh tersebut? Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh yaitu dengan istirahat cukup, makan makanan bergizi seimbang, dan olahraga secara teratur. Istirahat cukup dapat dilakukan dengan tidur kurang lebih 8 jam sehari. Lalu, makanan seperti apa yang bergizi seimbang itu? Makanan dengan gizi seimbang adalah makanan yang mengadung zat gizi makro seperti karbohidrat, protein dan lemak, serta mengandung zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Karbohidrat dapat kita peroleh dari bahan makanan seperi beras, roti, kentang, jagung, singkong, dan ubi. Bahan makanan sumber protein dapat kita peroleh dari daging sapi, daging ayam, telor, ikan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan lainnya, sedangkan bahan makanan sumber lemak yaitu bahan makanan protein hewani, minyak, alpukat, santan, dan lain-lain. Zat gizi makro memang sangat banyak dibutuhkan oleh tubuh, namun jika tidak dibarengi dengan konsumsi zat gizi mikro, maka daya tahan tubuh kita juga tidak akan meningkatkan. Konsumsi bahan makanan yang mengadung vitamin dan mineral harus tetap kita lakukan, bahan makanan yang banyak mengandung vitamin dan&nbsp;&nbsp;mineral dapat kita peroleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Hal lain yang tidak kalah penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh yaitu minum air mineral minimal 2 liter atau 8 gelas per hari.&nbsp;</p>



<p>Jenis&nbsp;&nbsp;bahan makanan memang harus kita perhatikan, namun jumlah dan pola makan pun harus kita perhatikan. Pola makan yang sesuai dengan gizi seimbang yaitu makanan mengandung zat gizi seimbang, beraneka ragam, makan 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan minyak serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Kebiasaan untuk membatasi konsumsi gula, garam, minyak dan memperbanyak sayur dan buah memang sulit untuk dilakukan. Kenapa? Hal ini terjadi karena banyak makanan Indonesia yang berbahan dasar sumber karbohidrat dan lemak, seperti gorengan yang sebagian besar berbahan dasar karbohidrat lalu digoreng sehingga mengandung lemak tinggi, namun miskin kandungan vitamin dan mineral.&nbsp;</p>



<p>Hal terakhir dalam perubahan perilaku sehat di masa pandemi adalah olahraga secara teratur. Olahraga sebenarnya bukan perilaku baru, namun masa pandemi ini lebih membiasakan kita untuk berolaharaga. Olahraga dapat dilakukan baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Olahraga yang dapat dilakukan di dalam rumah seperti naik turun tangga, lompat tali, yoga, menari,&nbsp;&nbsp;angkat beban, push up, dan sebagainya.&nbsp;&nbsp;Olahraga di dalam rumah dapat dilakukan bersama dengan anggota keluarga lain sehingga mempererat hubungan antar anggota keluarga.&nbsp;&nbsp;Bosan olahraga di dalam rumah? Jika bosan olahraga di dalam rumah, kita dapat berolahraga di luar rumah, namun dengan menerapkan beberapa kebiasaan baru. Kebiasaan baru apa saja yang perlu dilakukan ketika berolaharaga di luar rumah? Pertama, melakukan olahraga yang bisa dilakukan secara sendiri atau tidak berkerumun, seperti lari dan bersepeda. Kedua, tetap memakai masker ketika berolahraga. Ketiga, pilih waktu dan tempat berolahraga yang tidak banyak orang. Keempat, membawa cairan pencuci tangan atau memakai sarung tangan ketika bersepeda. Kelima, membawa air minum sendiri. Keenam, ketika sampai di rumah jangan lupa untuk mencuci tangan, mandi, serta mengganti pakaian yang dipakai untuk berolahraga.</p>



<p>Itulah beberapa perilaku sehat yang perlu dilakukan dalam pencegahan penuluran covid 19. Tindakan pencegahan perlu dilakukan oleh seluruh masyarakat dengan disiplin, sehingga dapat mempercepat pemutusan penuluran virus covid 19. Lakukan kebiasaan perilaku sehat baru dan tingkatkan pembiasaan terhadap perilaku sehat lama.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000425</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/perilaku-sehat-di-era-adaptasi-kebiasaan-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Menyenangkan untuk Anak Usia Sekolah Selama Pandemi Covid 19</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/aktivitas-menyenangkan-untuk-anak-usia-sekolah-selama-pandemi-covid-19/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/aktivitas-menyenangkan-untuk-anak-usia-sekolah-selama-pandemi-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khalida Fauzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 06:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1264</guid>

					<description><![CDATA[Masa pandemi covid 19 yang kita lalui sekarang memiliki dampak bagi hampir seluruh aspek dalam kehidupan masyarakat. Salah satu aspek yang ikut terdampak adalah aspek pendidikan<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Masa pandemi covid 19 yang kita lalui sekarang memiliki dampak bagi hampir seluruh aspek dalam kehidupan masyarakat. Salah satu aspek yang ikut terdampak adalah aspek pendidikan khususnya bagi anak-anak sekolah dan remaja yang mengharuskan mereka untuk belajar dari rumah</p>



<p>Banyak perubahan-perubahan yang terjadi di era adaptasi kebiasaan baru ini seperti selalu memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, menjaga jarak 1-2 meter dengan orang lain, dan masih banyak hal lainnya. Tak bisa disangkal bahwa sebagian besar waktu kita habiskan di dalam rumah. Bagi anak usia sekolah tentu harus tetap produktif serta menjaga kesehatan tubuh selama di rumah. Artikel kali ini akan membahas aktivitas ringan yang dapat dilakukan anak selama di rumah.</p>



<p>Peran orang dewasa dibutuhkan dalam membimbing anak melakukan aktivitas selama di rumah. Jangan sampai kita lengah dan membiarkan anak melakukan aktivitas yang berbahaya selama pandemi ini. Kita dapat mengajak anak untuk membersihkan kamarnya, memasak makanan kesukaannya, juga menanam bunga di halaman rumah. Selain itu, kita juga bisa mengajak anak untuk berolahraga bersama keluarga. Biasanya anak akan termotivasi jika seluruh anggota keluarga turut serta dalam olahraga tersebut. Bersepeda, bermain bola, basket, dan badminton adalah contoh aktivitas yang dapat dilakukan oleh keluarga.</p>



<p>Selama melakukan aktivitas fisik bersama anak, cobalah untuk melakukan variasi dalam setiap aktivitas yang dilakukannya. Bersepeda di hari minggu, bermain basket di hari senin, dan menanam bunga di hari selasa adalah contoh variasi aktifitas yang dilakukan bersama anak. Dengan demikian, tubuh akan menjadi lebih kuat dan membentuk sistem imun yang dapat melawan segala bentuk virus dan bakteri.</p>



<p>NO PESERTA LG000271</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/aktivitas-menyenangkan-untuk-anak-usia-sekolah-selama-pandemi-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penerapan Perilaku Hidup Sehat di Sekolah</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/penerapan-perilaku-hidup-sehat-di-sekolah/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/penerapan-perilaku-hidup-sehat-di-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khalida Fauzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 05:56:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1261</guid>

					<description><![CDATA[Sekolah merupakan tempat pembentukkan pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik. Di tempat ini peserta didik akan menghabiskan sebagian besar waktunya. Pendidikan dan pembelajaran yang diberikan diharapkan<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sekolah merupakan tempat pembentukkan pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik. Di tempat ini peserta didik akan menghabiskan sebagian besar waktunya. Pendidikan dan pembelajaran yang diberikan diharapkan membuat peserta didik memiliki karakter yang baik. </p>



<p>Pembentukkan karakter peserta didik bisa dilakukan melalui pembelajaran dan pembiasaan. Pembelajaran tanpa pembiasaan hanya akan menambah pengetahuan tanpa merubah sikap dan keterampilan siswa. Pembiasaan tanpa pembelajarn juga kurang baik, karena peserta didik tidak tahu makna dari apa yang yang dilakukannya. Oleh karena itu kedua hal tersebut harus dilakukan beriringan.</p>



<p>Perilaku siswa menjadi pusat perhatian semua pendidik. Mereka meyakini perilaku yang baik akan menunjang prestasi peserta didik. Pembiasaan perilaku hidup sehat pun harus diajarkan di sekolah, sehingga peserta didik tahu bagaimana cara hidup sehat. Mengubah perilaku siswa tentu pekerjaan yang tidak mudah, namun bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. </p>



<p>Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus menjadi program serius yang dilakukan oleh sekolah. Semua pihak di sekolah harus bekerjasama untuk pembiasaan ini. Wali kelas sangat berperan penting dalam pembimbingan dan pembiasaan. Mereka bisa melihat indikator PHBS pada setiap siswa di kelasnya. Jika indikator PHBS tersebut sudah baik, peserta didik diberikan apresiasi berupa pujian positif. Sedangkan jika peserta didik memiliki indikator PHBS masih kurang, mereka harus diberikan bimbingan dan arahan. Mereka juga diberi tahu indikator mana saja yang masih kurang dna perlu ditingkatkan. Adapun indikator PHBS yang bisa dilihat dan dibiasakan oleh siswa di sekolah diantaranya yaitu:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir</li></ol>



<p>Peserta didik sering kali lupa dan malas mencuci tangan. Mereka beranggapan tangan mereka bersih, dan makan tanpa cuci tangan. Guru harus sering mengingatkan bahwa meskipun tangan terlihat bersih bisa jadi ada bakteri yang menempel. Selain itu guru juga harus menjadi teladan dengan memberikan contoh yang baik. Ingatkan juga kepada siswa bahwa mencuci tangan harus dilakukan sebelum makan, setelah dari toilet dan setelah memegang uang.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Membeli jajnan sehat di kantin sekolah</li></ol>



<p>Peserta didik cenderung menyukai jajanan yang berwarna menarik dan gurih yang banyak mengandung penyedap. Hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan jika dilakukan setiap hari. Usia sekolah merupakan masa dibutuhkannya zat gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tubuh mereka. Sekolah harus melakukan pendekatan kepada penjual di kantin dengan melakukan penyuluhan akan pentingnya jajanan sehat dan berbahayanya jajanan yang tidak sehat. Sarankan juga peserta didik membawa bekal makanan dari rumah yang tentunya lebih bersih dan sehat.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Olahraga secara teratur</li></ol>



<p>Olahraga menjadi hal yang melelahkan bagi peserta didik. Mereka terkadang terburu-buru pergi ke sekolah di pagi hari sehingga lupa berolahraga. Sekolah bisa memfasilitasi dengan melakukan kegiatan olahraga bersama sehingga peserta didik terpenuhi kebutuhan olahraganya</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>Membuang sampah pada tempatnya</li></ol>



<p>Sampah masih menjadi masalah besar di sekolah. Setelah jam istirahat sampah akan terlihat berserakan di lingkungan sekolah. Meskipun ada tempat sampah, peserta didik seakan malas untuk mendekati dan membuang sampah ke tempatnya. Guru harus senantiasa mengingatkan akan bahaya menumpuknya sampah sebagai sumber penyakit. Ingatkan mereka untuk menyimpan sampah bungkus makananya jika jauh dari tempat sampah dan membuangnya saat menemukan tempat sampah. Selian itu sekolah juga perlu melakukan pemisahan sampah antara yang organic, no organic dan yang berbahaya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>Membersihkan kuku dan rambut</li></ol>



<p>Kuku dan rambut sering kali terlupakan oleh peserta didik. Sekolah bisa memprogramkan untuk memeriksa rambut dan kuku peserta didik. Pengurus OSIS bisa dilibatkan dalam proses pelaksanaannya didampingi oleh guru.</p>



<ol class="wp-block-list" start="6"><li>Tidak merokok</li></ol>



<p>Rokok meskipun dilarang di sekolah, namun masih ada beberpa yang melanggar. Bapak guru harus memberikan contoh untuk tidak merokok di lingkungan sekolah. Karena guru seringkali menjadi contoh negatif bagi siswa dalam hal merokok.</p>



<ol class="wp-block-list" start="7"><li>Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan</li></ol>



<p>Menimbang berat badan dan tinggi badan sangat penting dilakukan. Idealnya kedua hal ini dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk memantau pertumbuhan dan perkebangan peserta didik. Penimbangan dan pengukuran tinggi badan bisa dijadikan indikator status gizi peserta didik. Apakah status gizi mereka sangat kurang, kurang, ideal atau berlebih?</p>



<p>Demikianlah indikator PHBS yang bisa diterapkan dan dibiasakan di sekolah. Satu demi satu kita laksanakan secara berkesinambungan, sehingga peserta didik menjadi terbiasa dan memiliki perilaku hidup sehat dan bersih.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000107</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/penerapan-perilaku-hidup-sehat-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebun Sekolah sebagai Program Edukasi Gizi dengan Metode Experience-Based Learning</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/kebun-sekolah-sebagai-program-edukasi-gizi-dengan-metode-experience-based-learning/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/kebun-sekolah-sebagai-program-edukasi-gizi-dengan-metode-experience-based-learning/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khalida Fauzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 05:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1257</guid>

					<description><![CDATA[Kesehatan seseorang dipengaruhi oleh status gizinya, untuk mencapai status gizi baik diperlukan asupan makanan yang bergizi seimbang. Salah satu aspek dalam makanan bergizi seimbang adalah konsumsi<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kesehatan seseorang dipengaruhi oleh status gizinya, untuk mencapai status gizi baik diperlukan asupan makanan yang bergizi seimbang. Salah satu aspek dalam makanan bergizi seimbang adalah konsumsi 50% sayur setiap makan, pada tahun 2018 tercatat oleh lembaga Riskesdas, sebanyak 95,5% masyarakat Indonesia berumur diatas 5 tahun kurang mengonsumsi sayur sesuai anjuran. WHO menganjurkan konsumsi sayur dan buah sebanyak 300-400 gram per hari untuk anak usia sekolah. Melihat dari situasi tersebut, dipandang perlu untuk membentuk sebuah program edukasi gizi anak sekolah dengan harapan tingkat konsumsi sayur bisa meningkat.</p>



<p>Program kebun sekolah dapat dijadikan pilihan program edukasi gizi dengan melibatkan guru dan anak-anak sekolah. Program ini memberikan pengalaman dan pengetahuan untuk anak-anak mengenal dan makan sayur yang telah mereka tanam sendiri. <em>Experience-based learning </em>telah terbukti efektif dalam membantu guru untuk melakukan pengajaran. Program Kebun Sekolah dapat diawali dengan persiapan sayuran yang akan ditanam, sayuran lokal bernilai gizi tinggi bisa dijadikan pilihan. Anak-anak turut berpartisipasi dengan cara diberikan tugas mulai dari menanam, menyiram, membuat kompos sehingga anak mendapatkan pengalaman berkebun yang menyeluruh. Guru dapat memberikan informasi mengenai nama sayuran dan jenisnya.</p>



<p>Pemahaman anak-anak dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan cara menyisipkan materi mengenai berkebun dan ilmu gizi ke salah satu mata pelajaran yang berhubungan. Guru yang sebelumnya telah memiliki pengetahuan mengenai gizi dapat memberikan materi-materi terkait kandungan gizi pada sayur yang ada di kebun sekolah, manfaatnya untuk tubuh, dampak buruk jika anak-anak tidak mengonsumi cukup sayuran. Harapannya, ketika anak-anak telah tertarik dengan topik gizi, guru dapat mulai menambahkan materi-materi lain seperti cara membaca label nutrisi, konsep makanan gizi seimbang, dan lainnya.</p>



<p>Program kebun sekolah yang berjalan lancar diharapkan pula mampu menghasilkan sayuran-sayuran organik yang kelak dapat berintegrasi dengan program-program gizi yang lain, salah satunya Progas yang diinisiasi oleh pemerintah dalam bentuk pemberian sarapan kepada peserta didik dengan tujuan meningkatkan asupan gizi dan kebiasaan sarapan, dengan mengonsumsi hasil panenannya sendiri diharapkan dapat menumbuhkan <em>positive attitude </em>anak terhadap sayuran dan juga makanan lain. Program ini dapat berjalan lancar ketika hal-hal berikut diperhatikan, yakni: a) sekolah memiliki akses tanah terbuka sebagai lahan, b) kerjasama yang baik antar guru, c) biji tanaman dan peralatan kebun, d) dukungan dari orang tua anak-anak.</p>



<p>Dukungan dari orang tua anak-anak dipastikan dapat menambah nilai positif dari program kebun sekolah, ketika anak-anak pulang ke rumah membawa informasi mengenai kebun sekolah dan manfaat gizi dari sayur yang telah mereka tanam, orang tua yang suportif akan mengatur pola makan keluarganya menjadi lebih sehat, dengan begitu tingkat asupan sayur bisa meningkat. Tingkat asupan sayur yang meningkat berkontribusi pada pola makan gizi seimbang yang berpengaruh pada status gizi, status gizi yang baik berpengaruh penting pada kesehatan seseorang. Dengan menjalankan program ini diharapkan membantu untuk mencapai target ketiga dari SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.</p>



<p>1.&nbsp;Kommu, V. (2020). Students Grow Their Own Vegetables in School Yards. Retrieved 16 August 2020, from http://journals.openedition.org/factsreports/434</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000324</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/kebun-sekolah-sebagai-program-edukasi-gizi-dengan-metode-experience-based-learning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Anak dan Remaja</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-aktivitas-fisik-untuk-anak-dan-remaja/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-aktivitas-fisik-untuk-anak-dan-remaja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khalida Fauzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 05:11:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1253</guid>

					<description><![CDATA[2020 akan berakhir tak lama lagi.  Tahun ini akan meninggalkan kesan yang dalam akan kejadian besar yang begitu banyak terjadi. Salah satunya yang dirasakan masyarakat dunia<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>2020 akan berakhir tak lama lagi. </p></blockquote>



<p>Tahun ini akan meninggalkan kesan yang dalam akan kejadian besar yang begitu banyak terjadi. Salah satunya yang dirasakan masyarakat dunia kini, yakni pandemi COVID-19. Adanya pandemi ini, menuntut semua orang untuk melakukan aktivitas dari rumah masing-masing. Tak terkecuali juga berlaku untuk anak usia sekolah dan remaja, yang biasanya sebagian besar waktu mereka habis dengan aktivitas di luar rumah.&nbsp;</p>



<p>Hal tersebut benar adanya. Pagi hingga siang, bahkan sore menjelang malam, mereka disibukkan dengan aktivitas belajar di sekolah, berolahraga, dan aktivitas-aktivitas lainnya. Malam pun terkadang digunakan untuk belajar kelompok dan tak jarang sekedar berkumpul bersama-sama. Namun, kini belajar tatap muka ditiadakan, bertemu teman-teman harus ditahan. Ya, semua dilakukan tidak hanya untuk kepentingan diri, juga untuk yang lainnya.&nbsp;</p>



<p>Adanya kebijakan untuk tetap di rumah ini, tentu membuat perbedaan besar terkait keseharian mereka. Mereka akan lebih sering makan masakan rumahan yang enaknya tiada tara, namun aktivitas fisik tidak seperti biasanya karena lebih sering rebahan saja. Mereka berpikir aktivitas fisik ya dilakukan di luar rumah.</p>



<p><em><strong>Tapi, apakah benar aktivitas fisik hanya bisa dilakukan di luar rumah saja?</strong></em></p>



<p>Aktivitas fisik tidak selalu berkaitan dengan bermain sepak bola atau basket di lapangan.&nbsp; Naik turun tangga dan bersih-bersih rumah sudah menjadi aktivitas fisik yang bisa dilakukan saat kita tidak bisa beraktivitas bebas di luar rumah. Selain itu, masih banyak olahraga lain yang bisa dilakukan dalam ruangan seperti kardio, yoga maupun aerobik.</p>



<p>Bagi anak usia sekolah dan remaja, aktivitas fisik menjadi hal yang sangat berpengaruh bagi mental dan tentunya fisik mereka. Aktivitas fisik dapat meningkatkan perkembangan sistem otot dan sistem saraf, meningkatkan proses pemadatan tulang, serta dapat mengontrol berat badan. Di usia ini juga aktivitas fisik sangat diperlukan karena mereka berada dalam masa <em>growth spurt </em>atau mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan usia lainnya. <em>Growth spurt</em> terjadi 2 kali yaitu ketika masih bayi dan remaja. Ketika dalam masa ini penambahan tinggi dan berat badan akan sangat pesat. Untuk itu dibutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak, dan tentunya harus disertai dengan aktivitas fisik untuk mengoptimalkan pertumbuhan tersebut.</p>



<p>Akivitas fisik bisa dilakukan kapan saja, namun tidak dilakukan dengan asal-asalan juga. Karena itu, Kemenkes melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat memberikan beberapa tips aktivitas fisik&nbsp; untuk anak usia 5-17 tahun, yaitu :</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Lakukan aktivitas ± 60 menit&nbsp; dengan intensitas sedang hingga cukup berat setiap hari</li><li>Beraktivitas &gt; 60 menit memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan</li><li>Lakukan latihan penguatan tulang &amp; otot setidaknya 3 kali dalam seminggu.</li></ul>



<p>Pandemi covid-19 yang mengharuskan untuk tetap berada di rumah bukan menjadi penghalang bagi anak dan remaja untuk mendukung pertumbuhannya. Masih banyak olahraga atau aktivitas fisik yang bisa dilakukan meskipun di rumah saja. Manfaatkanlah apa yang ada di rumah untuk melakukan aktivitas fisik, dan tidak lupa memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh.</p>



<p><strong>NO PESERTA LG000382</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-aktivitas-fisik-untuk-anak-dan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Sekolah</title>
		<link>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-phbs-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-di-sekolah/</link>
					<comments>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-phbs-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-di-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khalida Fauzia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 05:04:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Lomba Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sbnp.seameo-recfon.org/?p=1247</guid>

					<description><![CDATA[Tentunya mendengar tentang PHBS tidak asing lagi terutama dalam lingkup kesehatan. Sesuai dengan “PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG&#160; PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT Pasal 2 PHBS<span class="excerpt-hellip"> […]</span>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tentunya mendengar tentang PHBS tidak asing lagi terutama dalam lingkup kesehatan. Sesuai dengan “PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG&nbsp; PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT Pasal 2 PHBS sebagaimana yang dimaksud pada pasal 1 agar digunakan sebagai acuan bagi semua pemangku kepentingan dalam rangka pembinaan Perilaku Hidup&nbsp; Bersih dan Sehat di tatanan rumah tangga , tatanan insititusi pendidikkan, tatanan tempat kerja , tatanan tempat umum dan tatanan fasilitas kesehatan.</p>



<p>Sesuai dengan peraturan tersebut bahwa Perilaku Hidup bersih dan sehat diberlakukan untuk semua tempat, baik itu untuk anak &#8211; anak maupun orang dewasa juga orang tua. Perilaku merupakan tindakan atau perbuatan hidup bersih dan sehat, jadi perbuatan yang menimbulkan konskuensi hidup yang mengakibatkan menjadi bersih dan mengarah ke kondisi lingkungan yang sehat.&nbsp;</p>



<p>Di suatu sekolah kami sudah sejak lama melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan tujuan agar semua peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman dan tenang. Membiasakan peserta didik untuk berperilaku hidup sehat dilakukan sejak dini agar nantinya sampai jadi orang tua terbiasa untuk disiplin dalam hal hidup bersih sehingga terbebas atau jauh dari&nbsp; bibit penyakit (http://id.wikipedia. org/wiki/).</p>



<p>Promosi PHBS perlu dimulai sejak usia dini agar menjadi tambahan pengetahuan dan selanjutnya diharapkan dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi bagian dari norma hidup mereka.</p>



<p>Bagaimana cara menanamkan atau mungkin PHBS sebagai program rutin di suatu sekolah? Dengan membiasakan hal &#8211; hal sebagai berikut !</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Cuci tangan dengan sabun.</li></ol>



<p>Peserta didik dibiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, dengan melaksanakan cuci tangan maka akan terhindar dari penyakit diare , desentri.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Sikat gigi</li></ol>



<p>Sikat gigi&nbsp; penting dilakukan merupakan pembiasaan hidup bersih dan sehat karena dengan&nbsp; menggosok gigi secara rutin akan terhindar dari sakit gigi, dan gigi akan tetap bersih dan sehat.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Kantin Sehat&nbsp;</li></ol>



<p>Setiap sekolah tentunya memiliki kantin yang menyediakan berbagai macam makanan, yang selama ini sebelum adanya pandemi sekolah kami ada pemantauan tentang makanan yang dijual di kantin, makanan yang dibungkus dengan plastik ditiadakan karena selain mengurangi sampah , makanan atau minuman yang terbungkus plastik tidak baik untuk kesehatan.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>Membuang sampah pada tempatnya</li></ol>



<p>Membiasakan peserta didik untuk membuang sampah yang tepat dan benar dan disesuaikan dengan jenis sampah organik dan anorganik. Hal ini sangat &nbsp; mendukung kebersihan lingkungan dan lingkungan menjadi sehat dan nyaman untuk belajar.</p>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>Olah raga&nbsp;</li></ol>



<p>Olah raga dilaksanakan setiap awal bulan di sekolah kami adakan dengan jalan kaki mengelilingi sekitar sekolah bersama para siswa dan guru, ini sudah dilaksanakan secara rutin. Dengan melaksanakan jalan sehat diharapakan semua siswa dan guru terbiasa hidup sehat dan bersih, selain itu sehabis jalan &#8211; jalan anak &#8211; anak makan buah yang di bawa dari rumah ini merupakan bagian untuk mengkonsumsi makanan yang sehat.</p>



<ol class="wp-block-list" start="6"><li>Senam bersama setiap hari Jumat ini dilakukan semua siswa dan guru,&nbsp; senam juga merupakan perilaku hidup sehat.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="7"><li>Memberantas jentik &#8211; jentik nyamuk dengan cara sebulan sekali kerja bakti membersihkan selokan, mencabuti rumput, dan mengepel kelas agar virus dan kuman hilang. Dengan demikian kelas akan menjadi bersih dan nyaman untuk belajar.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="8"><li>Buang air besar dan kecil di jamban yang sudah disediakan, dan membiasakan anak didik&nbsp; untuk menyiram jamban sesudah buang air besar dan kecil sampai bersih.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="9"><li>Larangan merokok untuk siswa ataupun guru laki &#8211; laki, karena merokok akan menimbulkan asap yang kalau kita hirup mengakibatkan kita tidak sehat.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="10"><li>Setiap bulan sekali ada program penimbangan berat dan tinggi badan, dengan mengetahui berat bedan dan tinggi badan&nbsp; untuk data perkembangan siswa</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="11"><li>Mandiri untuk alat makan&nbsp;</li><li>Pemeriksaan kuku terhadap siswa sebulan sekali.</li></ol>



<p>Maksud mandiri alat makan, orang tua menyediakan piring dan gelas untuk putra &#8211; putrinya untuk makan dan minum di sekolah. Siswa kalau membeli jajanan yang berupa nasi, atau bakmi dengan membawa tempat makan dan minum sendiri. Dengan membawa tempat makan dan minum siswa dilatih untuk mencuci piring dan gelas secara mandiri juga.</p>



<p>Sasaran yang harus melakukan Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat selain para siswa dan para guru juga melibatkan orang tua, komite sekolah, serta organisasi PGRI&nbsp; dan pihak yang terkait dengan kesehatan seperti Dinas Kesehatan, serta lingkungan masyarakat sekitar sekolah.</p>



<p>Program Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat ini tanpa keterlibatan mereka tidak akan berjalan dengan maksimal. Untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat tentunya di dukung dengan sarana prasarana yang menunjang.</p>



<p>Kemudian manfaat apa setelah sekolah melakukan Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat?</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Lingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat.</li><li>Melatih kemandirian terhadap siswa, guru, dan warga sekolah untuk terbiasa hidup bersih dan Sehat</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Meningkatkan kesehatan para siswa, guru, dan warga sekolah, serta lingkungan masyarakat&nbsp; Sekitar.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>Produksi belajar dapat meningkat, sehingga prestasi belajar dapat tercapai dengan maksimal</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>Jumlah absensi siswa dikarenakan sakit dapat berkurang.</li><li>Semangat kerja bagi para guru meningkat.</li><li>Dengan gaya hidup sehat maka akan terwujud semangat belajar yang tinggi.</li></ol>



<p>Dengan Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat di sekolah maka berdampak ke lingkungan masyarakat sekitar sekolah bahkan sampai lingkungan rumah. Dengan demikian akan mencetak generasi yang sehat dan cerdas.</p>



<p>Kemudian untuk Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat ini penanaman awal paling utama di lingkungan rumah, peran orang tua sangat penting dan berpengaruh, sehingga lingkungan sekolah tinggal melanjutkan dan mematangkan dengan cara misalnya mencuci tangan yang baik dan benar, menyikat gigi yang tepat dan benar, keterlibatan para guru di dalam pembiasaan ini sangatlah penting, guru sangatlah perlu dibekali tentang ilmu tentang hidup sehat, terutama tenaga UKS, guru olah raga dan kerja sama dengan tenaga Puskesmas untuk memberikan pembinaan, penyuluhan di sekolah.</p>



<p>Perekrutan dokter kecil untuk melatih siswa dalam menangani teman sekolahnya disaat sakit, dan memberikan penyuluhan terhadap temannya, tentunya dokter kecil ini sudah dibekali ilmu yang berkaitan dengan ilmu tentang kesehatan, setelah itu ada pelantikan dokter kecil. Agar siswa yang menjadi dokter kecil tersebut bekerja dengan baik.&nbsp;</p>



<p>Sesuai dengan tema di atas “Pentingnya Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat“ agar para peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dengan semangat, dan meningkatkan SDM ( Sumber Daya Manusia ), karena faktor yang paling utama penunjang Sumber Daya Manusia di sini adalah faktor lingkungan yang sehat. Dengan lingkungan yang sehat akan terwujud pribadi yang sehat, cerdas, dan tidak lemah dalam berjuang meneruskan cita &#8211; cita yang cerdas dan bermental sehat , trampil dan terwujud lingkungan sekolah yang sehat.</p>



<p><strong>No Peserta LG000285</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sbnp.seameo-recfon.org/pentingnya-phbs-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
